Saturday, 14 Rabiul Awwal 1442 / 31 October 2020

Saturday, 14 Rabiul Awwal 1442 / 31 October 2020

Bos Puas Persija Sabet Tiga Penghargaan

Ahad 14 Apr 2019 09:41 WIB

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (tengah) berbincang dengan sejumlah legenda Persija dan The Jak Mania sebelum melakukan kick off yang menandakan dimulainya pembangunan Jakarta International Stadium di Jakarta, Kamis (14/3/2019).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (tengah) berbincang dengan sejumlah legenda Persija dan The Jak Mania sebelum melakukan kick off yang menandakan dimulainya pembangunan Jakarta International Stadium di Jakarta, Kamis (14/3/2019).

Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Jakmania mendapatkan penghargaan pendukung terbaik.

REPUBLIKA.CO.ID, REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Walau gagal mempertahankan gelar juara Piala Presiden, Persija Jakarta masih bisa menghibur diri dengan tiga penghargaan yang disabet pada ajang pramusim 2019 tersebut. CEO Persija Ferry Paulus mengatakan, keberhasilan meraih penghargaan tim paling fair play, top skorer (Bruno Matos), dan pendukung terbaik (Jakmania) sangatlah membanggakan.

 

Pria asal Manado, Sulawesi Utara, ini secara khusus memuji Jakmania. Dia menyebut banyak perubahan positif yang ditunjukkan oleh Jakmania dalam dua tahun terakhir. Penghargaan ini juga dinilai sebagai sebuah proses Jakmania ke arah yang lebih baik.

“Ini sekali lagi proses Jakmania terutama dua tahun terakhir ini, mereka improvement yang sangat luar biasa. 

 

Ketua Umum the Jakmania Ferry Indrasjarief yang menularkan keberhasilan Persija (the Jakmania) mendapatkan the Best Suporter,” kata Ferry seperti dikutip dari Antara.

 

Ferry berharap penghargaan ini tidak membuat Jakmania cepat puas. Ia ingin Jakmania mempertahankan usaha untuk menjaga perilaku di dalam ataupun luar stadion.

 

“Ini juga harus dipertahankan dan dijaga baik-baik. Terutama pada saat laga-laga kandang berikutnya. Saya ingin dari sisi disiplin the Jakmania bisa menjaga kondusivitas di luar maupun di dalam stadion,” kata Ferry Paulus menegaskan.

Ferry juga bangga kepada Matos. 

 

Menurut dia, perlahan Matos mampu terus mengikat hati Jakmania. "Kami senang dan menantikan kehebatan dia (Matos) selanjutnya," ujar Ferry.

 

Matos bahagia dengan penghargaan tersebut. Namun, Matos enggan jemawa dan ingin segera fokus ke tantangan-tantangan yang akan dihadapi timnya.

"Semoga gelar ini bisa menjadi motivasi sendiri bagi saya sendiri di Persija. Apalagi, Liga 1 akan dimulai dan kami terus berjuang di Piala AFC 2019," ujar dia.

 

Gelar top skorer yang disandang pemain impor asal Brasil sebenarnya tidak dipegang sendiri. Ada dua pemain lain yang mengemas jumlah gol yang sama, yaitu Manuchehr Jalilov dari Persebaya Surabaya dan Ricky Kayame dari Arema FC.

 

Meski demikian, pemain dengan posisi gelandang serang ini mengaku tetap bangga dengan pencapaian pada tahun pertama ia turun di persepakbolaan Indonesia.

 

"Puji Tuhan. Terima kasih Tuhan. Terima kasih keluarga, semua pemain Persija dan Jakmania yang terus mendukung saya. Ini gelar untuk kalian," kata mantan pemain Melaka United, Malaysia, itu.

 

Fokus ke AFC

 

Sesuai dengan jadwal, Persija akan kembali memainkan agenda di Piala AFC Grup G dengan menghadapi wakil Filipina, Ceres Nugros. Rencananya laga digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, 23 April mendatang. Adapun untuk Liga 1 bakal bergulir 8 Mei.

 

Bek Persija, Steven Paulle, mengatakan, klub berjuluk the Busmen diuntungkan dengan kelebihan yang dimiliki. Salah satu kelebihan itu adalah ada banyak pemain naturalisasi di skuat asuhan Risto Vidakovic itu.

“Mereka banyak pemain naturalisasi. Mereka sangat cepat dan banyak kombinasinya itu yang harus diwaspadai dari mereka dari kacamata saya di pertemuan pertama,” ujar Paulle.

 

Mantan bek PSM Makassar ini juga memberikan saran kepada pemain bertahan yang nantinya diturunkan oleh pelatih Ivan Kolev. Fokus adalah fondasi utama dalam menghalau seluruh manuver peman lawan.

“Saya pikir mereka harus siap dan tentunya fokus karena beberapa pemain mereka sangat cepat dan harus disipilin untuk melihat pergerakan mereka. Tidak hanya itu, kita harus bisa pressing dari awal karena dari situ Persija bisa melakukan sesuatu,” ujarnya.

 

Pemain asal Prancis ini sendiri tidak bisa bermain melawan Ceres Negros karena harus menjalani hukuman akumulasi kartu. Namun, ia yakin dua bek Persija yang ada saat ini, Maman Abdurrahman dan Ryuji Utomo, dapat menggantikan perannya dengan baik.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA