Wednesday, 27 Jumadil Awwal 1441 / 22 January 2020

Wednesday, 27 Jumadil Awwal 1441 / 22 January 2020

Pengamat: Kampanye Akbar Jaga Aspek Psikologis Pemilih

Ahad 14 Apr 2019 03:02 WIB

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Andri Saubani

Calon Presiden petahana nomor urut 01 Joko Widodo menyampaikan orasinya saat Konser Putih Bersatu di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu (13/4/2019).

Calon Presiden petahana nomor urut 01 Joko Widodo menyampaikan orasinya saat Konser Putih Bersatu di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu (13/4/2019).

Foto: Antara/Widodo S Jusuf
Pengaruh kampanye akbar tak sebesar gerakan kampanya dari pintu ke pintu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya menilai, kampanye akbar yang telah dilakukan dua pasangan capres-cawapres, Joko Widodo-Maruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tidak memiliki pengaruh besar untuk mengubah perolehan suara pada Pilpres 2019 yang akan digelar Rabu (17/4) pekan depan. Kampanye akbar dinilai hanya menjaga psikologis pemilih.

"Kampanye Akbar sebetulnya tidak berpengaruh sebesar gerakan door to door campaign, aktivasi TPS. Karena pertarungan pemilu itu sebenarnya kan wilayahnya ada di TPS artinya gerakan-gerakan untuk menguatkan basket yang jumlahnya 300 orang di situ langkah menambah suara," terang Yunarto di Jakatta, Sabtu (13/4).

Namun, sambung dia, kampanye akbar memiliki pengaruh untuk menunjukkan menjaga aspek psikologis para pemilih. "Seperti daerah ini dikuasai oleh saya, daerah ini saya tidak lemah, makanya untuk Jakarta kenapa selalu jadi pusat perhatian dimana yang lebih besar kampanye Prabowo dengan Jokowi sama seperti 2014 terjadi," kata dia.

"Menurut saya tadi menunjukkan aspek psikologis di hadapan pemilih masing-masing siapa yang lebih kuat. Mungkin akan punya efek sebagian ke undecided voters yang  mungkin sebagian di antaranya ketika bingung memilih akan mengikuti arah yang lebih kuat," tambahnya.

Sehingga, fungsi dari kampanye akbar akan menjadi simbolisasi pertarungan psikologis siapa yang bisa menunjukkan secara simbolik. "Seperti siapa yang lebih besar massanya. Itu yang menarik dari kampanye akbar GBK terjadi pada 7 April dan 13 April akan kita lihat siapa yang lebih besar," ujarnya.



BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA