Monday, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 February 2020

Monday, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 February 2020

Dua Paslon Harus Bisa Selesaikan Persoalan Subsidi

Sabtu 13 Apr 2019 19:25 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Dwi Murdaningsih

Capres 02 Prabowo Subianto, saat menyapa awak media sebelum masuk ke arena debat capres-cawapres di Grand Ballroom Hotel Sultan, Sabtu (13/4). Prabowo mengaku sangat siap menjalani debat kelima.

Capres 02 Prabowo Subianto, saat menyapa awak media sebelum masuk ke arena debat capres-cawapres di Grand Ballroom Hotel Sultan, Sabtu (13/4). Prabowo mengaku sangat siap menjalani debat kelima.

Foto: Republika/Dian Erika Nugraheny
Kedua paslon perlu menggabarkan solusi yang akurat tentang subsidi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Eksekutif CORE Indonesia, Moh. Faisal menilai pada debat terakhir hari ini salah satu tema yang diusung adalah ekonomi. Untuk memperkuat sistem ekonomi yang ada, dua pasangan calon capres dan cawapres harus bisa menjawab persoalan subsidi yang selama ini kerap menjadi masalah.

Baca Juga

Faisal mengatakan dua pasangan calon perlu memaparkan pembenahan dari masalah subsidi yang disebut kerap tak tepat sasaran. Kedua paslon perlu menggabarkan solusi yang akurat tentang subsidi ini.
 
"Kuncinya ada di pembenahan masalah data agar pemerintah mendapatkan gambaran yang akurat dan mutakhir tentang  target beneficiaries (penerima manfaat) dari berbagai program subsidi," ujar Faisal kepada Republika.co.id, Sabtu (13/4).
 
Faisal menilai persoalan susbidi yang disebut tak tepat sasaran karena sistem pendataan yang masih banyak kelemahaan. Disatu sisi, kondisi pendudukan sangat dinamis dari waktu ke waktu.
 
"Ketidaktepatan sasaran selama ini disebabkan karena sistem pendataan yang masih banyak kelemahan, padahal kondisi kependudukan sangat dinamis dari waktu ke waktu dan sangat beragam karakteristiknya antar daerah dan antara kota-desa," ujar Faisal.
 
Selain itu, kata Faisal pemerintah kedepan juga perlu melakukan studi secara reguler untuk bisa menjawab kebutuhan dan tantangan penyaluran subsidi agar tepat sasaran untuk masyarakat.
 
"Perlu diperkuat dengan studi-studi secara reguler agar dapat memastikan intervensi yang paling tepat dari waktu ke waktu, jangka pendek maupun menengah panjang," ujar Faisal.
 
"Ketiga perlu meningkatkan monitoring secara reguler dari waktu ke waktu agar dapat segera diketahui jika ada deviasi atau kelemahan implementasi di lapangan," tambah Faisal.
 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA