Saturday, 5 Rajab 1441 / 29 February 2020

Saturday, 5 Rajab 1441 / 29 February 2020

Dukung Jokowi, Waketum PAN tak Ingin Khianati Reformasi

Sabtu 13 Apr 2019 00:10 WIB

Red: Andri Saubani

Wali Kota Bogor Bima Arya menyampaikan paparannya saat diskusi nasional di Gedung Konferensi Asia Afrika, Kota Bandung, Jumat (5/4).

Wali Kota Bogor Bima Arya menyampaikan paparannya saat diskusi nasional di Gedung Konferensi Asia Afrika, Kota Bandung, Jumat (5/4).

Foto: Abdan Syakura
Bima Arya mengambil langkah melawan arus koalisi dengan mendukung Jokowi.

REPUBLIKA.CO.ID,  BOGOR -- Wakil Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Bima Arya tegas mendukung pasangan Jokowi-Maruf Amin pada kegiatan "Speak Up Satukan Suara" di Puri Begawan Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat malam (12/4). Langkah melawan arus koalisi ini dianggapnya agar tidak mengkhianati reformasi.

Baca Juga

"Tidak mungkin orang seperti saya mengkhianati reformasi dengan mendukung kekuatan orang atau partai yang ada dalam struktur menuju reformasi," ucapnya saat menjadi pembicara.

Acara yang diselenggarakan olehnya itu memaparkan cuplikan-cuplikan masa perjuangan reformasi, salah satunya mengenai perjuangan aktivis 98 yang juga hadir dalam kegiatan tersebut, yakni Budiman Sujatmiko. "Dosen seperti saya konsultan seperti Kang Emil bisa jadi kepala daerah karena reformasi," kata Wali Kota Bogor demisioner itu.

Bima mengenakan baju berwarna merah bertuliskan 01 di tengah-tengah para pendukung Jokowi-Maruf. Ia mengatakan, akan memilih pemimpin yang lahir dari rahim reformasi.

"Hidup itu pilihan, saya Bima Arya memutuskan untuk memilih Jokowi. Memilih harus dengan hati. Hati saya untuk jokowi," tuturnya.

Menurutnya, kini kondisi perekonomian Indonesia on the track di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi. Ia juga mengaku bangga karena Indonesia bisa mengimbangi kemajuan teknologi internasional.

Tokoh politik koalisi Jokowi-Maruf seperti Budiman Sujatmiko dari PDIP, dan Wanda Hamidah dari Partai Nasdem turut hadir. Kemudian hadir pula salah satu ulama kondang Yusuf Mansur. Pascapurna jabatan sebagai Wali Kota Bogor periode 2014-2019 pada 7 April 2019, Bima mengaku ingin istirahat dan ikut berkampanye dalam Pemilu 2019.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA