Sunday, 23 Muharram 1441 / 22 September 2019

Sunday, 23 Muharram 1441 / 22 September 2019

Smesco Dukung Pengembangan Kain Karawo Asal Gorontalo

Jumat 12 Apr 2019 23:50 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Dirut LLP-KUKM Emilia Suhaimi

Dirut LLP-KUKM Emilia Suhaimi

Foto: LLP KUKM/Kementerian Koperasi dan UKM
Smesco dukung pengembangan produk Gorontalo seperti Karawo dan Kopiah Karanji

REPUBLIKA.CO.ID, Gorontalo - Direktur Utama Smesco Indonesia, Emilia Suhaimi menyatakan mendukung pengembangan produk tradisional Gorontalo yakni kain karawo, kopiah karanji dan kerajinan dari eceng gondok. Emilia menilai produk khas daerah Gorontalo itu mempunyai nilai jual yang tinggi sehingga layak bersaing di pasar dalam, maupun luar negeri.

“Pada umumnya setiap daerah itu memiliki kekhasan tersendiri, begitu juga di Gorontalo ini. Kain karawo, dan kopiah karanji, maupun produk kerajinan corak dan mutunya bagus sehingga menurut saya bisa dijual di Jakarta bahkan berpotensi ekspor,” kata Emilia saat menghadiri acara dialog Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Mufidah Jusuf Kalla dengan para pengrajin dan pengurus Dekranasda Provinsi Gorontalo, Kamis (11/4).

Baca Juga

Emilia mengatakan Smesco Indonesia menjadi pusat promosi dan pemasaran produk koperasi dan UKM dari 34 provinsi di Indonesia menjadi referensi terbaik bagi para buyer untuk mencari produk-produk unggulan. Sehingga kain karawo, kopiah karanji dan kerajinan Gorontalo diharapkan dapat dipasarkan lewat paviliun propinsi di Smesco. 

“Kunjungan kita ke daerah ini juga dalam rangka untuk mencari produk unggulan dari daerah. Indonesia yang sangat luas ini memiliki banyak produk berkualitas tinggi yang belum diketahui secara luas,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Umum Dekranas Mufidah Jusuf Kalla. Ia mengapresiasi produk tradisional Gorontalo yakni kain karawo dan kopiah karanji.

“Industri kerajinan kria merupakan substektor dari ekonomi kreatif. Berkembang di seluruh tanah air dari skala mikro dan menengah. Beberapa produk sudah dapat bersaing di manca negara, meskipun melewati persaingan yang semakin ketat,” ucap Mufidah.

Menurut istri Wakil Presiden itu, industri kria harus terus berbenah agar senantiasa eksis di pasar global. Salah satu caranya, mendorong Dekranasda Provinsi Gorontalo untuk meningkatkan sumber daya yang ada agar menghasilkan produk kerajinan yang berdaya saing. 

Ibu Mufidah Jusuf Kalla juga mengatakan kopiah karanji ini akan lebih baik kalau ukurannya ditambah sehingga lebih gagah dipakainya karena kopiahnya lebih tinggi.

“Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah selalu melakukan inovasi dan diversifikasi produk karena tren produk kerajinan sangat cepat berubah. Inovasi dan pemanfaatan teknologi perlu ditingkatkan namun tetap mempertahankan identitas tradisional agar nuansa warisan budaya tetap harmonis dengan kekinian,” imbuhnya.

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menjelaskan, berbagai upaya terus dilakukan pemerintah agar produk kain sulaman karawo dan anyaman kopiah karanji dapat terus eksis. Selain memberikan bantuan permodalan dan pelatihan keterampilan, pemprov menjadikan dua produk itu sebagai produk yang harus digunakan di daerah.

“Dulu kopiah karanji hanya digunakan oleh orang-orang tertentu. Sekarang sudah kita wajibkan bagi para pejabat dan ASN provinsi dan kabupaten/kota. Kain karawo ini kami wajibkan digunakan setiap hari Kamis oleh ASN, instansi vertikal dan siswa sekolah,” jelas Rusli.

Pada kunjungan kerjanya tersebut, Mufidah juga melihat dari dekat produk-produk kopiah karanji dan kain karawo Gorontalo. Sejumlah pengrajin sengaja dihadirikan untuk menggelar demo cara pembuatan dan pameran hasil produknya di Kantor BI Gorontalo.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA