Monday, 4 Safar 1442 / 21 September 2020

Monday, 4 Safar 1442 / 21 September 2020

Bukhara di Masa Modern

Jumat 12 Apr 2019 09:41 WIB

Red: Agung Sasongko

Menara Minorai Kalon di Bukhara.

Menara Minorai Kalon di Bukhara.

Foto: Blogspot.com
Bukhara masih menjadi bagian penting kehidupan keagamaan dan budaya di masa modern.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Meski masa kejayaannya telah berlalu pada abad ke-13 M, Bukhara masih memegang peranan penting di abad ke-19 M. Menurut Demezon, pada 1833, Bukhara tetap menjadi bagian yang penting dalam kehidupan keagamaan dan budaya di kawasan tersebut.

Baca Juga

Madrasah-madrasah di Bukhara masih terkenal hingga ke Turkistan. Pelajar-pelajar dari Khiva, Kokand, Gissar, bahkan dari Samarkand dan kawasan Tatar berbondong-bondong belajar ke Bukhara. Ada sebanyak 60 madrasah di Bukhara baik yang sukses maupun kurang sukses,” papar Demezon menggambarkan situasi Bukhara di abad ke-19.

Memasuki era modern, Bukhara berada di bawah kekuasaan Rusia. Bukhara pun dijadikan semacam bidak catur dalam permainan besar antara Rusia dan Inggris. Kota itu benar-benar merdeka selama revolusi komunis. Namun, Bukhara akhirnya masuk dalam kekuasaan Uni Soviet.

Menyusul terbentuknya Uni Soviet, Tajiks yang merupakan bagian dari Uzbekistan menuntut kemerdekaan. Rusia yang mendukung Uzbekistan atas Tajiks menyerahkan kota yang secara tradisional berbahasa dan berbudaya Iran, yakni Bukhara dan Samarkand, kepada Uzbekistan.

sumber : Mozaik Republika
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA