Tuesday, 13 Jumadil Akhir 1442 / 26 January 2021

Tuesday, 13 Jumadil Akhir 1442 / 26 January 2021

New York Peringatkan Bahaya Pesta Campak

Rabu 10 Apr 2019 16:06 WIB

Rep: Adysha Citra Ramadhani/ Red: Indira Rezkisari

Petugas medis memperlihatkan botol berisi vaksin campak.

Petugas medis memperlihatkan botol berisi vaksin campak.

Foto: EPA
Pesta campak bertujuan memaparkan anak yang belum vaksin dengan penderita campak.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Kota New York menyatakan status darurat pada Selasa lalu terkait wabah campak yang terjadi di kota tersebut. Ironisnya, beberapa keluarga di New York justru menyelenggarakan pesta campak untuk anak-anak mereka yang belum divaksin.

Dalam pesta campak, orang tua secara sengaja memaparkan anak-anak yang belum divaksin dengan anak-anak lain yang sakit campak. Tujuannya adalah agar anak-anak tersebut mendapatkan campak sehingga tubuh secara natural membentuk antibodi terhadap campak.

Sengaja memaparkan anak yang belum divaksin terhadap campak memiliki konsekuensi yang serius. Terlebih campak tak hanya dapat membuat anak sakit dan sangat mudah menular, tetapi juga berpotensi menyebabkan kematian.

"Kami sangat tidak merekomendasikan penyelenggaraan atau partisipasi terhadap acara seperti ini," ungkap Centers for Disease Control and Prevention (CDC) seperti dilansir Fox News.

New York City Health Commissioner Dr Oxiris Barbot menekankan bahwa praktik seperti ini sama sekali bukan sebuah pesta. Kemajuan zaman sudah memungkinkan pembentukan antibodi terhadap campak pada anak melalui cara yang lebih aman yaitu vaksinasi.

"Kami khawatir dengan keluarga-keluarga yang melakukan pesta campak," ungkap Barbot.

Barbot juga menekankan bahwa saat ini ada lebih banyak orang yang hidup dengan penyakit-penyakit kronis. Akan sangat berisiko bila ada banyak anak-anak hingga orang dewasa yang terpapar oleh campak yang merupakan penyakit menular.

"Kita tidak ingin anak-anak dan orang dewasa terpapar campak yang seharusnya dihindari," jelas Barbot.

Lebih lanjut, Barbot mengatakan bahwa hampir semua kasus di New York City berkaitan dengan komunitas Orthodox Jewish di Brooklyn. Wabah campak yang terjadi saat ini juga lebih besar dibandingkan pada 1991 lalu.

Barbot mengatakan sebagian besar pemuka agama di komunitas-komunitas Orthodox mendukung upaya vaksinasi. Akan tetapi perkembangan penibgkatan vaksinasi masih rendah di beberapa area karena adanya pengaruh dari kelompok-kelompok kecil antivaksin.

Status darurat ini berlaku untuk empat area di Williamsburg, Brooklyn. Di area tersebut ditemukan lebih dari 250 kasus campak sejak September lalu.

Sebagai respons terhadap wabah, pemerintah setempat juga mewajibkan vaksinasi campak di area tersebut, termasuk pada anak-anak berusia di atas enam bulan. Siapapun yang tidak melakukan vaksinasi di area tersebut atau tidak memiliki kekebalan terhadap virus campak akan didenda 1.000 dollar Amerika atau sekitar Rp 14,2 juta.

CDC merekomendasikan dua dosis vaksin campak yaitu MMR untuk anak-anak. Vaksin ini memiliki efektif hingga 97 persen untuk memberi perlindungan terhadap campak, gondok dan rubella.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA