Wednesday, 10 Rabiul Akhir 1442 / 25 November 2020

Wednesday, 10 Rabiul Akhir 1442 / 25 November 2020

TKN Ingatkan Munculnya Politik Sengkuni

Rabu 10 Apr 2019 14:47 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Teguh Firmansyah

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-KH Maruf Amin, Ace Hasan Syadzily

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-KH Maruf Amin, Ace Hasan Syadzily

Foto: Republika/Mimi Kartika
Politik sengkuni penuh muslihat dan bersiasat jatuhkan kawan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara TKN Jokowi-Kiai Ma’ruf Ace Hasan Syadzily menyindir munculnya gaya politik sengkuni dalam pemilu 2019. Ia menyayangkan gaya politik itu karena berpeluang memecah belah bangsa.

Ia pun menyebutkan beberapa ciri politik sengkuni. Pertama, politik 'tipu-tipu' yang suka menyulap hasil survei untuk memenangkan diri sendiri. "Licik bersiasat menjatuhkan kawan, dan juga penuh muslihat menyenangkan junjungannya," katanya dalam keterangan resmi pada Rabu (10/4).

Ciri kedua, kata Ace yaitu suka melakukan provokasi, menebar fitnah dan memecah belah dengan memainkan politik identitas. Menurutnya, provokasi sengkuni ini menyebabkan kurawa kalah dalam Perang Bharatayudha.

Hal ini, lanjut Ace, sama dengan provokasi people power yang berpeluang membawa bangsa pada perpecahan. "Ciri ketiga adalah menyembunyikan keburukan diri dengan merendahkan orang lain. Semua orang dinistakan dianggap rendah tapi sesungguhnya kebusukannya disimpan dalam dirinya," ujar politikus partai Golkar tersebut.

Ia mengingatkan agar kubu 02 Prabowo-Sandi hati-hati dengan hadirnya politik sengkuni yang licin dan penuh provokasi. "Karena  sejarah telah membuktikan bahwa politik sengkuni akan selalu gagal," ucapnya.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA