Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Tahun Lalu, SMF Cetak Laba Bersih Rp 437 Miliar

Rabu 10 Apr 2019 12:45 WIB

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Nidia Zuraya

Logo SMF

Logo SMF

Foto: Sekper SMF
Perolehan laba bersih tahun lalu naik 10,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF mencatatkan peningkatan kinerja selama tahun 2018. Transaksi sekuritisasi dan penyaluran pinjaman mencapai Rp 11,88 triliun pada tahun 2018, meningkat 44,34 persen dibanding tahun 2017 sebesar Rp 8,23 triliun.

Direktur Utama, Ananta Wiyogo mengatakan secara kumulatif total akumulasi dana yang telah dialirkan SMF ke sektor pembiayaan perumahan 2005-2018 mencapai Rp 47,52 triliun. Pencapaian tersebut berdasarkan data laporan keuangan audited periode 31 Desember 2018, dengan rincian penyaluran sekuritisasi sebesar Rp 2 triliun dan pinjaman sebesar Rp 9,88 triliun.

Total aset SMF di tahun 2018 sebesar Rp 19,49 triliun. Total aset tahun lalu naik 24,5 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp 15,66 triliun.

Realisasi penyaluran pinjaman per 31 Desember 2018 mencapai sebesar Rp 15,37 triliun. Angka tersebut meningkat 38,5 persen dibanding tahun 2017 sebesar Rp 11,10 triliun.

Sementara laba bersih di tahun 2018, mencapai Rp 437 miliar. Perolehan laba bersih tahun lalu naik 10,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 397 miliar.

SMF telah membiayai kurang lebih 765 ribu debitur KPR yang terbagi atas 86,05 persen wilayah barat, 13,52 persen wilayah tengah dan sisanya sebesar 0,43 persen wilayah timur.

"Tahun ini target pertumbuhannya sama minimal 10 persen, karena kondisi pasar yang kemungkinan tetap menantang," kata Ananta dalam paparan kinerja 2018 di Kantor SMF, Jakarta Selatan, Rabu (10/4).

Pertumbuhan penyaluran pinjaman juga diiringi dengan penerbitan surat utang korporasi sebagai sumber pendanaan. Selama tahun 2018, SMF telah menerbitkan surat utang sebesar Rp 5,551 triliun melalui penerbitan obligasi PUB IV Tahap III sebesar Rp 2 triliun, PUB IV Tahap IV sebesar Rp 1,163 triliun, PUB IV Tahap V sebesar Rp1,500 triliun dan PUB IV Tahap VI sebesar Rp 888 miliar.

Sampai dengan akhir tahun 2018, posisi (outstanding) surat utang SMF mencapai Rp 10,23 triliun, angka tersebut berdasarkan data laporan keuangan periode 31 Desember 2018. Terkait transaksi sekuritisasi, Sejak tahun 2009, sampai dengan 31 Desember 2018, SMF telah berhasil memfasilitasi 12 kali transaksi sekuritisasi, dengan total nilai akumulatif sebesar Rp 10,15 triliun.

Sedangkan, untuk kerja sama pembiayaan, SMF telah bekerja sama dengan Bank Umum, Bank Syariah, Bank Pembangunan Daerah (BPD), dan Perusahaan Pembiayaan. Ananta menegaskan bahwa SMF merupakan alat fiskal pemerintah yang berperan sebagai Special Mission Vehicle (SMV).

"Tugas kita itu adalah .embangun perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah, dan kita akan memperkuat itu," katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA