Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Golkar Ragukan Pernyataan Bowo Sidik Soal Nusron Wahid

Rabu 10 Apr 2019 11:27 WIB

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Muhammad Hafil

Tersangka kasus dugaan suap distribusi pupuk, Bowo Sidik Pangarso bergegas menuju mobil tahanan seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Selasa (9/4/2019).

Tersangka kasus dugaan suap distribusi pupuk, Bowo Sidik Pangarso bergegas menuju mobil tahanan seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Selasa (9/4/2019).

Foto: Antara/Dhemas Reviyanto
Golkar memerintahkan calegnya untuk berkampanye secara sehat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Partai Golkar meragukan pernyataan Bowo Sidik Pangarso yang menyeret nama Nusron Wahid dalam pusaran kasus serangan fajar yang tengah ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Golkar tidak mempercayai begitu saja yang dikatakan Bowo Sidik.

"Itu kan pengakuan dari Bowo, apa itu benar? Selalu ada tendensi seseorang yang (terkena) OTT, berusaha melibatkan pihak lain," kata Ketua DPP Golkar, Ace Hasan Syadzily saat dihubungi Republika.co.id, Rabu (10/4).

Bowo Sidik dalam pernyataannya menyebut bahwa ia mendapat instruksi dari Nusron untuk menyiapkan sebanyak 400 ribu amplop untuk serangan fajar. Sedangkan, kata Bowo, Nusron menyiapkan 600 ribu amplop.

Nusron dan Bowo sendiri diketahui merupakan calon legislatif Golkar di daerah pemilihan Jawa Tengah 1, yang meliputi Semarang, Kendal dan Salatiga. Bowo merupakan Ketua Tim Pemenangan Golkar di Jateng, sementara Nusron merupakan Ketua Pemenangan Dapil 1 Jateng.

Golkar membantah keras adanya instruksi - instruksi serangan fajar untuk kemenangan pada Pemilu 2019 itu. Nusron sendiri telah membantah pernyataan Bowo.

Menurut Ace, Golkar telah memerintahkan kepada seluruhnya calegnya untuk menggunakan cara-cara yang tidak melanggar aturan perundang-undangan. "Soal strategi di lapangan, tentu setiap orang memiliki caranya masing," ujar Ace.

Terkait kasus ini, Ace menegaskan, Golkar menyerahkan sepenuhnya proses hukum pada penegak hukum. Ace memastikan, tidak ada kebijakan bagi-bagi duit serangan fajar di internal Partai Golkar.

"Karena Partai Golkar menghormati proses demokrasi yang sehat," ujarnya menegaskan. 

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA