Monday, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 February 2020

Monday, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 February 2020

Mantan Gubernur NTT Serukan Pilih Jokowi

Selasa 09 Apr 2019 18:59 WIB

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Teguh Firmansyah

Calon presiden nomor urut satu Joko Widodo melakukan kampanye terbuka di Lapangan Sitarda, Kupang, Nusa Tenggara Timur, Senin (8/4).

Calon presiden nomor urut satu Joko Widodo melakukan kampanye terbuka di Lapangan Sitarda, Kupang, Nusa Tenggara Timur, Senin (8/4).

Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto
Jokowi dinilai sebagai sosok yang merakyat, baik, dan sederhana.

REPUBLIKA.CO.ID, MAUMERE -- Mantan gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya meminta masyarakat NTT membulatkan tekad mendukung pasangan Jokowi- Ma'ruf Amin secara mutlak dalam Pilpres 2019. Hal tersebut ia sampaika  saaat berorasi dalam kampanye di Lapangan Kota Baru, Maumere, Flores, NTT Selasa (9/4).

"Kalau sudah pilih Jokowi, pilih PDIP saja. Jelas yang paling menjaga dan membela Pancasila dan NKRI," kata Frans.

Ketua DPD PDI P NTT itu menuturkan, Jokowi merupakan sosok yang merakyat, baik, dan sederhana serta muncul dari kalangan rakyat bawah mayoritas. "Seorang tukang kayu, tinggal di bantaran kali. Karena apa? Karena tak sanggup membeli tanah di kota seperti kebanyakan dari kita," ucapnya.

Bahkan, lanjut Frans, selama memerintah, Jokowi membuktikan janjinya dengan memberi Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP). Ke depan pemerintah juga akan menerbitkan tiga kartu lagi.

Baca Juga

"Nanti akan ada 3 kartu sakti lainnya, KIP Kuliah, Kartu Sembako, dan Kartu Prakerja.Maka itu jangan ragu memilih supaya lanjut semua program itu,"ujar Frans.

Selain itu, Jokowi juga telah memberi perhatian kepada masyarakat NTT dengan membangun 7 bendunganuntuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di NTT.

Dalam kesempatan yang sama Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, juga meyakinkan para warga NTT untuk memilih Jokowi-Amin. "Pak Jokowi membangun 7 bendungan. Dua waduk saja bisa mengairi 15 ribu hektar sawah," ujar Hasto.

"Tanpa air tidak ada kemajuan, tanpa pembangkit listrik tidak ada kemajuan. Kalau mau meningkatkan kesejahteraan petani, rakyat akan cukup pangan, maka untuk itu perlu ada perairan yang mencukupi," tambah dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA