Monday, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 February 2020

Monday, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 February 2020

Pendukung Prabowo Pakai Baju Putih, Ini Respons Jokowi

Senin 08 Apr 2019 16:19 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Teguh Firmansyah

Calon presiden nomor urut 1 Joko Widodo melakukan kampanye terbuka di lapangan Sitarda, Kupang, Nusa Tenggara Timur, Senin (8/4). Kampanye tersebut dihadiri massa pendukung pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Calon presiden nomor urut 1 Joko Widodo melakukan kampanye terbuka di lapangan Sitarda, Kupang, Nusa Tenggara Timur, Senin (8/4). Kampanye tersebut dihadiri massa pendukung pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto
Jokowi menilai masalah baju putih ini tak perlu dipersoalkan.

REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG -- Tim Kampanye Nasional (TKN) cawapres nomor urut 01 Joko Widodo mengimbau masyarakat Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk mengenakan pakaian putih saat datang ke tempat pemungutan suara (TPS). Hal tersebut dilakukan karena capres yang dipilih di surat suara adalah berbaju putih, yakni Jokowi-Ma'ruf Amin.

Narasi memutihkan ini mirip dengan yang dilakukan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno. Pada kampanye akbar Ahad (7/4) kemarin, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga terus menyerukan agar memutihkan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) dengan cara para peserta memakai pakaian putih.

Menanggapi kemiripan ini, capres pejawat Jokowi tidak ambil pusing. Kemiripan ini justru bisa menjadi pertanda bahwa masyarakat Indonesia tetap rukun di tengah panasnya suasana Pemilu 2019.

"Ya malah bersatu. Enggak apa-apa, sini putih, sana putih, enggak apa-apa. Berarti ke TPS putih-putih semua, wah, rukun, ya. Kan bagus. Kita harapkan kan kita ini rukun, bersatu, karena kita semuanya saudara, sebangsa, dan setanah air. Tidak usahlah dipermasalahkan hal-hal yang seperti itu," kata Jokowi menjelaskan usai memberikan orasi politik di Kupang, Senin (8/4).

Sejak awal, Jokowi mengatakan, pihaknya selalu menekankan pemilu yang sehat dan adil. Jangan sampai pemilu memecah belah masyarakat Indonesia yang semestinya mengutamakan persatuan.

Selain itu, Jokowi juga mengaku optimistis imbauan memutihkan TPS ini tidak akan memengaruhi elektabilitasnya. Ia menilai memutihkan TPS justru bisa memperlihatkan masyarakat Indonesia yang rukun.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA