Wednesday, 17 Rabiul Akhir 1442 / 02 December 2020

Wednesday, 17 Rabiul Akhir 1442 / 02 December 2020

Pekerja Pabrik Terobos Banjir untuk Bekerja

Senin 08 Apr 2019 13:14 WIB

Rep: M Fauzi Ridwan/ Red: Indira Rezkisari

Hujan deras di wilayah Majalaya dan Pangalengan menyebabkan banjir kiriman ke wilayah Baleendah, Bojongsoang dan Dayeuhkolot. Akibatnya, pemukiman dan akses jalan terendam banjir dan memutus akses, Senin (8/4).

Hujan deras di wilayah Majalaya dan Pangalengan menyebabkan banjir kiriman ke wilayah Baleendah, Bojongsoang dan Dayeuhkolot. Akibatnya, pemukiman dan akses jalan terendam banjir dan memutus akses, Senin (8/4).

Foto: Republika/M Fauzi Ridwan
Banjir sempat sebabkan akses jalan Moch Toha-Daeyuhkolot terputus.

REPUBLIKA.CO.ID, BALEENDAH -- Hujan deras di wilayah Majalaya dan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Ahad (7/4) malam membuat sungai Citarum meluap. Akibatnya, tiga kecamatan yaitu Baleendah, Bojongsoang dan Dayeuhkolot kembali terendam banjir dan menutup akses jalan, Senin (8/7).

Berdasarkan pantauan, akses jalan di jalur Moch Toha-Dayeuhkolot terputus, tepatnya di depan pabrik Metro akibat terendam banjir. Kemudian, akses jalan di Dayeuhkolot, tepatnya didepan pasar terendam banjir dan memutus akses kendaraan.

Tidak hanya itu, akses jalan di jalan Siliwangi, jalan Banjaran dan Andir-Katapang terendam banjir dan memutus akses kendaraan. Para warga yang memaksakan melintas memilih menggunakan delman dan perahu. Sedangkan beberapa diantaranya memaksakan melintasi jalan dengan berjalan kaki.

Arus lalu lintas otomatis lumpuh di jalur Dayeuhkolot-Baleendah-Banjaran. Para pengendara motor dan mobil memilih melewati jalur Bojongsoang. Akibatnya trrjadi penumpukan kendaraan dan mengakibatkan kemacetan.

Salah seorang pekerja pabrik Dalia, Halimah (35) asal Banjaran memilih menerobos banjir dengan menggunakan perahu kemudian selanjutnya berjalan kaki menembus banjir. Hal itu dilakukannya agar bisa segera sampai ke tempat bekerjanya di Dayeuhkolot.

"Saya paksakan saja (menerobos), soalnya sudah telat banget," ujarnya ditemui di Dayeuhkolot, Senin (8/4). Ia mengaku, banjir yang terjadi sangat menganggu aktivitasnya. Terlebih akses jalan yang terendam merupakan sarana yang sering dilintasi.

Dia pun berharap agar permasalahan banjir bisa terselesaikan. Karena masalah yang ditimbulkan oleh banjir sangat banyak dan mengakibatkan kerugian bagi seluruh masyarakat.

Salah seorang warga menambahkan, Fadli (26) mengaku hujan deras terjadi sejak Ahad (7/4) malam di wilayah Majalaya dan Pangalengan. Kemudian, air banjir naik ke jalan di Dayeuhkolot sekitar pukul 24.00 Wib. "Di pemukiman banjir lebih tinggi ketinggiannya, di rumah saya laput," kata warga Desa Citereup ini.

Senada Heri (35) warga Dayeuhkolot mengungkapkan hujan di wilayah Dayeuhkolot kemarin relatif kecil. Namun, di wilayah Pangalengan dan Majalaya sangat deras. Akibatnya sungai Citarum meluap dan berdampak banjir di tiga kecamatan. "Hujannya di Pangalengan dan Majalaya tinggi," ujarnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, akses jalan di jalan Kamasan, Banjaran pun terendam banjir akibat luapan sungai Cisangkuy. Pemukiman yang tidak jauh dari sungai tersebut turut terendam. Kemacetan pun tidak dapat terhindarkan.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA