Monday, 23 Zulhijjah 1442 / 02 August 2021

Monday, 23 Zulhijjah 1442 / 02 August 2021

Relawan Puji Dukungan Buruh untuk Jokowi-Maruf

Ahad 07 Apr 2019 23:10 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Bayu Hermawan

Capres dan Cawapres Nomor Urut 01, Joko Widodo (kanan) dan Maruf Amin (kiri)

Capres dan Cawapres Nomor Urut 01, Joko Widodo (kanan) dan Maruf Amin (kiri)

Foto: Antara/Ismar Patrizki
Wakil Kepala Rumah Aspirasi TKN menapresiasi dukungan buruh di Banten untuk Jokowi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Kepala Rumah Aspirasi Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf, Michael Umbas mengapresiasi langkah Serikat Pekerja Nasional (SPN) di Desa Nagara, Serang, Banten, yang berbalik arah mendukung paslon 01.

SPN sebelumnya bergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) yang mengambil sikap politik mendukung pasangan Prabowo-Sandi. Umbas menilai tepat langkah keberanian serta sikap elemen buruh SPN.

"Langkah cerdas dan berani meninggalkan KSPI Bung Iqbal yang identik mendukung Prabowo, sudah tepat. Mantap," kata Umbas dalam keterangan resmi di Jakarta, Ahad (7/4).

Umbas menegaskan peran penting dan strategis pekerja dalam membangun perekonomian bangsa. Dia menilai, capres Jokowi sadar betul dan ingin mengangkat harkat dan martabat buruh jadi lebih tinggi.

Ia melanjutkan, Jokowi memiliki sejumlah program seperti mengatasi pengangguran, perbaikan kesejahteraan pekerja, pendidikan vokasi yang lebih masif. Dia menambahkan, program semisal kartu pra kerja, rumah untuk pekerja dan lain-lain juga sudah diimplementasikan dan akan ditingkatkan.

Meski begitu, diakuinya, tidak bisa dipungkiri memang masih banyak persoalan ketenagakerjaan yang menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah. Kendati, dia optimis pekerjaan tersebut dapat dituntaskan oleh pemerintahan Jokowi.

"Semua sudah teridentifikasi dan ada time frame penyelesaian. Intinya Presiden punya komitmen keberpihakan yang besar bagi pekerja," katanya

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA