Thursday, 8 Rabiul Akhir 1441 / 05 December 2019

Thursday, 8 Rabiul Akhir 1441 / 05 December 2019

KEIN Ingin Pesantren Jadi Pusat Kewirausahaan

Kamis 04 Apr 2019 20:07 WIB

Rep: Bayu Adjie P/ Red: Dwi Murdaningsih

Wirausaha/ilustrasi

Wirausaha/ilustrasi

Rasul memcontohkan menyebarkan agama sambil berdagang.

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Soetrisno Bachir menegaskan, pesantren di Indonesia harus menjadi pusat kewirausahaan. Dengan begitu, para satri dan santriwati lulusan pesantren ke depannya tidak hanya menjadi pemuka agama.

Baca Juga

Lebih dari itu, kata dia, lulusan pesantren harus bisa menjadi pengusaha. Ia mengatakan, Presiden Joko Widodo telah menyiapkan program pesantren sebagai pusat kewirausahaan. Menurut dia, dengan program itu, lulusan pesantren bisa menguasai agama sekaligus dunia usaha.

"Itu kan yang diajarkan oleh Rasul, menyebarkan agama Islam sekaligus menjadi pedagang. Karena itu NU (Nahdlatul Ulama) harus menjadi penggerak ekonomi umat Islam di Indonesia," kata di Pondok Pesantren Raudhatul Mutaalimin, Kampung Cilendek, Kelurahan Kotabaru, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Kamis (4/4).

Soetrisno mengatakan, pihaknya sengaja saat ini masih fokus mendatangi pondok pesantren yang masih berada di bawah naungan NU dan Muhammadiyah. Sebab, lanjut dia, NU dan Muhammadiyah merupakan dua organisasi keumatan yang memiliki jumlah pengikut terbesar di Indonesia.

Ia mengatakan, ada sekitar 100 juta umat yang berada dalam naungan NU dan sekira 60 juta umat tergabung dalam Muhammadiyah. "Tentu ormas lain nanti akan berjalan bersama dengan dua ormas besar ini," kata dia.

Soetrisno mengatakan, dua ini harus menjadi lokomotif perubahan umat Islam dengan mulai membangun pondok pesantren sebagai pusat kewirausahaan. Jika sudah efektif, ormas lain bisa mengukuti kegiatan tersebut.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA