Thursday, 5 Rabiul Awwal 1442 / 22 October 2020

Thursday, 5 Rabiul Awwal 1442 / 22 October 2020

KPU Bantah Lakukan Setting Server untuk Menangkan Jokowi

Kamis 04 Apr 2019 14:01 WIB

Rep: Dian Erika Nugraheny/ Red: Ratna Puspita

Komisioner KPU Hasyim Asyari.

Komisioner KPU Hasyim Asyari.

Foto: Republika/Fergi Nadira
Ada hoaks yang menyebut server KPU di Singapura sudah diseting untuk Jokowi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) membantah informasi yang menyatakan ada server mereka di Singapura yang sudah di-setting untuk memenangkan paslon capres-cawapres Jokowi-Ma'ruf Amin. Informasi tersebut beredar lewat sebuah video yang viral di media sosial. 

Komisioner KPU Hasyim Asy'ari mengatakan saat ini beredar informasi yang menyatakan salah satu dari tujuh server KPU di Singapura berhasil dibongkar. Selain itu, disebutkan server tersebut sudah di-setting  untuk kemenangan Jokowi-Ma'ruf dengan raihan suara 57 persen.

"Tidak ada server KPU yang di luar negeri, semua di dalam negeri," tegas Hasyim kepada wartawan di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (4/4). 

Baca Juga

Hasyim menjelaskan proses penghitungan suara dilakukan secara manual dan bertingkat dari tempat pemungutan suara (TPS), panitia pemilih kecamatan (PPK), dilanjutkan ke Kabupaten/kota, ke KPU provinsi hingga berakhir ke KPU RI. Hasil scan Form C1 plano yang selanjutnya diunggah di website KPU, kata Hasyim dilakukan setelah penghitungan suara selesai di TPS.

"Jadi pada dasarnya hasil suara di TPS sudah diketahui dahulu oleh publik termasuk saksi, pengawas TPS, warga pemilih, pemantau, media dan pihak lainnya dan semua pihak diberi kesempatan untuk mendokumentasikan hasil penghitungan suara dalam Form C1-Plano," jelas Hasyim. 

Hasyim pun menegaskan, informasi yang menyebut KPU sudah mensetting perolehan capres melalui sistem IT, tidaklah benar. KPU, kata Hasyim akan mengambil tindakan hukum atas video tersebut karena telah dirugikan oleh tuduhan yang tidak berdasarkan fakta.

"Berdasarkan tuduhan tidak berdasar yang beredar lewar video tersebut, KPU merass dirugikan dan akan melaporkan ke Bareskrim Polri," tambahnya. 

Saat ini beredar video di twitter, instagram, dan facebook terkait informasi adanya server KPU yang sudah disetting untuk memenangkan salah satu capres. Dalam video itu terlihat seorang pria sedang memaparkan materi di depan sejumlah orang dalam rapat tertutup. 

Pria itu mengatakan bahwa capres 01 sudah diamankan di angka 57 persen. Pria itu mengatakan "Yang terakhir di KPU saya bulan januari ke singapura karena ada kebocoran data. 01 sudah membuat angka 57 persen. Allah maha segalanya. Server yg dibangun 7 lapis bocor. Salah satunya bocor. Kita berusaha menetralkan. Tapi data itu masih invalid. Maka tadi saya bicara dengan Pak Alfrian ini harus dituntaskan sebelum final 17 april." 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA