Saturday, 4 Sya'ban 1441 / 28 March 2020

Saturday, 4 Sya'ban 1441 / 28 March 2020

Menkop UKM Resmikan Pasar Rakyat di Lombok Barat

Selasa 02 Apr 2019 22:20 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Satria K Yudha

Pasar oleh-oleh di Pantai Senggigi, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Senin (25/12).

Pasar oleh-oleh di Pantai Senggigi, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Senin (25/12).

Foto: Republika/Muhammad Nursyamsi
Dengan adanya pasar, produk unggulan desa dapat diperjualbelikan.

REPUBLIKA.CO.ID, LOMBOK BARAT -- Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM) Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga meresmikan penggunaan pasar rakyat di Desa Karang Bayan, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Selasa (2/4).

 

"Dari 53 pasar rakyat yang kami bangun pada 2018, hanya satu yang langsung saya datangi dan resmikan," ujar Puspayoga.

 

Puspayoga mengatakan pemerintah saat ini tidak hanya berfokus meningkatkan pertumbuhan ekonomi, melainkan juga pemerataan kesejahteraan.

 

"Itu kenapa Presiden Jokowi fokus ke infrastruktur, termasuk pasar dan infrastruktur jalan agar transportasi barang bisa lebih mudah," kata Puspayoga.

 

Puspayoga menambahkan, syarat pembangunan pasar rakyat ialah tersedianya lahan dan memiliki letak tidak jauh dari lokasi pasar semula. Puspayoga menjabarkan, pembangunan pasar rakyat Desa Karang Bayan bersumber dari APBN 2018 dengan total anggaran sebesar Rp 950 juta.

 

Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid menyambut antusias pembangunan pasar tersebut. "Pasar ini, walaupun sudah lama (selesai dibangun) namun  belum dipakai. Walaupun masyarakat sudah banyak yang minta," kata Fauzan.

 

Fauzan menyebutkan 60 pedagang sudah siap menempati pasar tersebut. Sementara untuk kios jualan, pemkab akan  melembagakannya dalam bentuk koperasi. Fauzan menilai keberadaan pasar akan sangat membantu pertumbuhan ekonomi warga sekitar sehingga produk unggulan masyarakat Desa Karang Bayan dapat diperjualbelikan.

 

"Di Lombok Barat sendiri terdapat 33 pasar dengan banyak kategori. Tiga pasar masuk dalam Kelas A, sisanya ada di Kelas C. Sampai saat ini, paling sedikit 10.345 pelaku usaha kecil yang masih butuh difasilitasi untuk bisa berkembang," lanjut Fauzan.

 

Selain pelaku usaha kecil, lanjut Fauzan, masih ada 503 koperasi, namun hanya 148 yang masih aktif." Mereka pun perlu mendapat sentuhan pembinaan, karena dari jumlah itu baru 91 koperasi yang sudah rapat anggota tahunan," kata Fauzan menambahkan.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA