Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Bandara Kufar Kekurangan SDM Berlisensi

Selasa 02 Apr 2019 15:38 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Friska Yolanda

Kepala Bandara Banda Naira Mohammad Amrillah (kiri) dan Kepala Otoritas Bandara Wilayah VIII Sarmanto menjelaskan mengenai padat karya dan kondisi Bandara Kufar, Senin (1/4).

Kepala Bandara Banda Naira Mohammad Amrillah (kiri) dan Kepala Otoritas Bandara Wilayah VIII Sarmanto menjelaskan mengenai padat karya dan kondisi Bandara Kufar, Senin (1/4).

Foto: REPUBLIKA/Rahayu Subekti
Dari 14 pegawai di bandara, hanya dua orang yang berlisensi.

REPUBLIKA.CO.ID, SERAN BAGIAN TIMUR -- Bandara Kufar menjadi satu-satunya simpul transportasi udara yang menhubungkan Kufar ke Ambon. Meskipun begitu, saat ini bandara yang operasionalnya di bawah Bandara Banda Naira, Maluku itu terbilang masih kekurangan Sumber Daya Manusia (SDM) berlisensi. 

Kepala Bandara Banda Naira Mohammad Amrillah mengatakan tersedianya SEM berlisensi menjadi salah satu yang utama untuk membenahi Bandara Kufar. "Penambahan SDM ini juga paling utana, kalau untuk masalah konstruksi bisa bertahap," kata Amrillah di Bandara Kufar, Senin (1/4). 

Terlebih, bandara tersebut setiap minggunya melayani penerbangan dari Kufar menuju Ambon (pergi pulang) dalam sepekannya terdapat empat kali penerbangan. Penerbangan tersebut hanya dibukan pada Selasa, Rabu, Kamis, dan Ahad masing-masing satu penerbangan take off dan landing

Amrillah mengatakan saat ini hanya ada 14 pekerja yang membantu operasional penerbangan di Bandara Kufar tersebut. "Kalau SDM yang ada saat ini untuk melayani pesawat empat kali sepekan sangat terbatas," tutur Amrillah. 

Terlebih, dia mengakui dalam aturannya, SDM perlu memiliki lisensi namun dari 14 pekerja di Bandara Kufar baru dua orang saja yang memiliki lisensi untuk bagian aviation security (avsec) yang juga merangkap bagian lain sehingga Bandara Kufar sangat membutuhkan SDM tambahan. 

Amrillah menjelaskan untuk operasional normal, Bandara Kufar membutuhkan sekitar 50 pekerja yang berlisensi. "Misalnya untuk bagian x-ray membutuhkan lima kalau untuk x-ray kabin lima belum lagi di setiap pintu dan apron hingga tim rescue ini semua membutuhkan banyak SDM tambahan," jelas Amrillah. 

Pekerja si Bandara Kufar terdiri dari 14 orang dengan satu orang saja dengan status PNS yaitu Kasatpel Bandara Kufar, selebihnya belum berstatus PNS. Sementara jumlah penumpang di Bandara Kufar selalu bertumbuh. Pada 2017 jumlah penumpangnya 9.687 penumpang dan pada 2018 bertambah mencapai 13.164 penumpang. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA