Monday, 18 Zulhijjah 1440 / 19 August 2019

Monday, 18 Zulhijjah 1440 / 19 August 2019

Menristekdikti: Perguruan Tinggi Harus Tangkal Radikalisme

Selasa 02 Apr 2019 12:39 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Esthi Maharani

Menristekdikti Mohamad Nasir

Menristekdikti Mohamad Nasir

Foto: Antara/Kahfie Kamaru
Radikalisme sangat mengancam harmoni kehidupan berbangsa dan bernegara.

REPUBLIKA.CO.ID, SALATIGA -- Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengajak insan perguruan tinggi untuk senantiasa merawat dan menjaga sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal ini disampaikan Mohamad Nasir saat mewakili Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato kebangsaan di hadapan civitas akademika Universitas Kristen Satya Wacana pada Senin (1/4).

Nasir menyatakan, perguruan tinggi sebagai institusi pengembangan akademik harus mampu mengambil peran strategis dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan dan Pancasila dari rongrongan bahaya radikalisme yang mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara. "Radikalisme sangat mengancam harmoni kehidupan berbangsa dan bernegara. Untuk itu, radikalisme harus dibersihkan dari negeri Indonesia ini," tegas Nasir, dalam keterangan resmi yang diterima Republika.

Lebih lanjut Mohamad Nasir menjelaskan, dalam upaya mewujudkan Indonesia yang maju dan berkeadilan, Pemerintah RI mendorong pembangunan tidak hanya terpusat di Jawa, namun harus merata di seluruh wilayah indonesia.

"Pembangunan yang dahulu lebih banyak dinikmati oleh penduduk Pulau Jawa, saat ini di dorong untuk bersifat Indonesia sentris, merata di wilayah NKRI," kata dia.

Mengakhiri pidato kebangsaannya, Nasir menegaskan Indonesia yang maju dan berkeadilan tidak bisa dilepaskan dari semangat dan upaya anak-anak bangsa dalam merawat, menjaga, dan mengaplikasikan nilai-nilai kebangsaan baik berupa Pancasila sebagai ideologi bangsa, UUD 1945 sebagai dasar negara, dan Bineka Tunggal Ika sebagai semboyan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di bawah naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tampak hadir mengikuti pidato kebangsaan ini antara lain Sekretaris Ditjen Kelembagaan Iptekdikti Agus Indarjo, Kepala LL DIKTI Wilayah VI Dwi Yuwono Puji Sugiharto, Rektor UKSW Neil Semuel Rupidara, jajaran Forkompimda Provinsi Jawa Tengah, dan jajaran Forkompimda Kota Salatiga.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA