Sunday, 18 Rabiul Awwal 1443 / 24 October 2021

Sunday, 18 Rabiul Awwal 1443 / 24 October 2021

Mandiri Syariah Siapkan Investasi Teknologi Rp 270 Miliar

Senin 01 Apr 2019 19:04 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Dwi Murdaningsih

Nasabah melakukan transaks melalui ATM Bank Syariah Mandiri di Jakarta, Ahad (21/10).

Nasabah melakukan transaks melalui ATM Bank Syariah Mandiri di Jakarta, Ahad (21/10).

Foto: Republika/Prayogi
Mandiri Syariah menargetkan transaksi E-Channel tumbuh 20 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  PT Bank Mandiri Syariah (Persero) menganggarkan investasi teknologi sebesar Rp 270 miliar pada tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya Rp 200 miliar. Direktur Technology & Operation Mandiri Syariah Achmad Syafii mengatakan perseroan terus berupaya menjadi ‘pemain digital’ untuk transaksi syariah.

“Tidak ada masalah soal teknologi jika dibandingkan perbandingan bank konvesional sama saja, tapi bagaimana menyakinkan regulator,” ujar Direktur Technology & Operation Mandiri Syariah Achmad Syafii usai acara MoU HIJUP dan Bank Mandiri Syariah di Living Stone, Bali, Senin (1/4).

Saat ini, melalui transaksi Mobile Banking terdapat 200 mitra yang telah bekerja sama dengan Mandiri Syariah.  Ke depan, perseroan menargetkan transaksi E-Channel dapat tumbuh 20 persen dengan perolehan Fee Base Income mencapai 30 persen. Salah satu langkah mencapai target tersebut dengan bekerja sama dengan beberapa Starup di Indonesia.

“Sekarang baru menjalin kerja sama. Kita garap memberikan fasilitas transaksi secara real time. Sekarang sudah bisa melakukan pembayaran pulsa, listrik ada di mobile banking Bank Syariah sekitar ada 200 mitra layanan transaksi, termasuk 30 mitra ritel,” ungkapnya.

Sepanjang 2018 indikator bisnis perusahaan seperti pertumbuhan aset, Dana Pihak Ketiga (DPK), pembiayaan sangat baik. Tercata total asset mencapai Rp 98,34 triliun dibandingkan 2017 sebesar Rp 87,94 triliun, kenaikan asset bank sebesar 11,83 persen.

Peningkatan asset didorong oleh DPK yang tumbuh sebesar 12,30 persen (yoy) dari Rp77,90 triliun per Desember 2017 menjadi Rp87,47 triliun pada Desember 2018. Komposisi Low Cost Fund sebesar Rp44,46 Triliun, tumbuh 10,16 persen (yoy)  atau porsinya 50,82 persen dari total DPK yang berhasil dihimpun.

Dengan penambahan 759 ribu rekening baru, total rekening nasabah Mandiri Syariah per Desember 2018 menjadi 7,99 juta rekening.

Dari sisi Pembiayaan, sampai dengan akhir tahun 2018 Mandiri Syariah telah menyalurkan sebesar Rp67,75 triliun atau tumbuh 11,63 persen dibanding Rp60,69 triliun pada akhir 2017. Penumbuhan pembiayaan tersebut diiringi dengan perbaikan kualitas yang tercermin dari penurunan NPF Nett turun dari 2,71 persen menjadi 1,56 persen.

Pembiayaan segmen ritel mencatatkan pertumbuhan lebih tinggi. Segmen ini tumbuh sebesar 15,49 persen semula Rp 34,59 triliun per akhir 2017 menjadi Rp 39,95 triliun per akhir 2018. Adapun pembiayaan segmen Wholesale (Korporat dan Komersial) tumbuh 6,5 persen (year on year) semula Rp26,1 triliun pada akhir 2017 menjadi Rp 27,79 triliun pada akhir 2018.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA