Thursday, 8 Jumadil Akhir 1442 / 21 January 2021

Thursday, 8 Jumadil Akhir 1442 / 21 January 2021

Taiwan Kecam Jet Tempur China Lintasi Perbatasan Maritim

Senin 01 Apr 2019 16:38 WIB

Red: Ani Nursalikah

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen.

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen.

Foto: AP Photo/Chiang Ying-ying
Taiwan mengatakan langkah Cina tersebut berdampak pada stabilitas dan keamanan.

REPUBLIKA.CO.ID, TAIPEI -- Taiwan mengecam apa yang dikatakannya langkah provokatif oleh Cina setelah dua jet tempur Cina melintasi perbatasan maritim. Menurut kementerian pertahanan Taiwan, Ahad pagi (31/3), Taiwan mengerahkan pesawat untuk mengusir jet-jet Cina.

Dalam pernyataannya, Kementerian mengatakan langkah Cina tersebut berdampak serius terhadap stabilitas dan keamanan kawasan. Belum ada reaksi dari Cina yang memandang Taiwan sebagai provinsi Cina yang membangkang.

Juru bicara Kantor Presiden Huang Chung-yen mengatakan Beijing harus menghentikan perilaku ini yang membahayakan perdamaian regional dan jangan jadi pembuat masalah internasional. "Presiden Tsai Ing-wen telah meminta tentara merampungkan semua tugas mengenai persiapan perang", katanya.

Cina telah berkali-kali mengirim pesawat dan kapal militer untuk mengitari Taiwan dalam latihan-latihan perang selama beberapa tahun belakangan. Cina melakukan isolasi pulau itu di tingkat internasional dengan menarik para sekutu Taiwan yang kini tersisa sejumlah negara.

Pekan lalu, Amerika Serikat mengirim kapal-kapal Angkatan Laut dan penjaga pantai melalui Selat Taiwan sebagai bagian dari peningkatan gerakan melalui jalur laut strategis kendati Cina menentang langkah AS tersebut. Taiwan merupakan salah satu topik panas dalam hubungan AS-Cina, yang juga mencakup perang dagang dan peningkatan keberadaan militer Cina di Laut Cina Selatan. Cina selama ini tidak pernah meninggalkan penggunaan kekuatan dalam upaya membawa Taiwan di bawah kendalinya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA