Tuesday, 9 Rabiul Akhir 1442 / 24 November 2020

Tuesday, 9 Rabiul Akhir 1442 / 24 November 2020

Mengenang Dian Al-Mahri dan Masjid Kubah Emas Depok

Jumat 29 Mar 2019 17:51 WIB

Rep: Rusdi Nurdiansyah/ Red: Muhammad Hafil

Umat muslim berkunjung ke Masjid Dian al-Mahri atau yang dikenal dengan Masjid Kubah Emas di Jalan Meruyung, Limo, Depok, Jawa Barat, Senin (21/5). Masjid Kubah Emas yang merupakan salah satu masjid termegah di Asia Tenggara dengan kubahnya terbuat dari emas itu menjadi salah satu tujuan wisata religi umat Islam saat menunggu berbuka puasa.

Umat muslim berkunjung ke Masjid Dian al-Mahri atau yang dikenal dengan Masjid Kubah Emas di Jalan Meruyung, Limo, Depok, Jawa Barat, Senin (21/5). Masjid Kubah Emas yang merupakan salah satu masjid termegah di Asia Tenggara dengan kubahnya terbuat dari emas itu menjadi salah satu tujuan wisata religi umat Islam saat menunggu berbuka puasa.

Foto: Indriarto Eko Suwarso/Antara
Di halaman Masjid Kubah Emas kerap digunakan untuk acara beragam kegiatan agama.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK--Mahakarya yang cukup fenomenal dari sosok almarhumah Hj Dian Djuriah Rais atau yang disapa Dian al-Mahri yakni Masjid Dian al-Mahri atau yang dikenal Masjid Kubah Emas yang berdiri megah di Jalan Maruyung, Limo, Kota Depok.

Masjid megah ini dibangun sejak 2001 dan dibuka untuk umum pada 31 Desember 2006. Bangunan masjid ini menempati luas area sebesar 60 x 120 meter atau sekitar 8.000 meter persegi yang berada di lahan seluas 50 hektare.

Masjid Kubah Emas cukup dikenal, memikiki lima kubah yang terdiri atas satu kubah utama dan empat kubah kecil yang dilapisi emas setebal dua hingga tiga milimeter. Kubah utama Masjid Kubah Mas berdiameter bawah 16 meter, diameter tengah 20 meter, dan tinggi 25 meter.

Kubahnya mengacu pada bentuk kubah yang banyak digunakan masjid-masjid di Persia dan India. Lima kubah melambangkan rukun Islam, seluruhnya dibalut mozaik berlapis emas 24 karat yang materialnya diimpor dari Italia.

Masjid ini juga memiliki enam menara yang menjulang setinggi 40 meter. Enam menara (minaret) berbentuk segi enam atau heksagonal, yang melambangkan rukun iman.
Keenam menara itu dibalut batu granit abu-abu yang diimpor dari Italia dengan ornamen melingkar. Pada puncaknya terdapat kubah berlapis mozaik emas 24 karat.

Disain arsitektur masjid ini hampir menyerupai bangunan Taj Mahal di India. Di dalam masjid yang dapat menampung sekitar kurang lebih 20 ribu jemaah.

Pada interiornya, masjid ini menghadirkan pilar-pilar kokoh yang menjulang tinggi guna menciptakan skala ruang yang agung. Ruang masjid didominasi warna monokrom dengan unsur utama warna krem, untuk memberi karakter ruang yang tenang dan hangat. Materialnya terbuat dari bahan marmer yang diimpor dari Turki dan Italia. Di tengah ruang, tergantung lampu yang terbuat dari kuningan berlapis emas seberat 2,7 ton yang pengerjaannya digarap ahli dari Italia.

Selain itu, relief hiasan di atas tempat imam juga terbuat dari emas 18 karat. Begitu juga pagar di lantai dua dan hiasan kaligrafi di langit-langit masjid. Sedangkan, mahkota pilar masjid yang berjumlah 168 buah berlapis bahan prado atau sisa emas.

Secara umum, arsitektur masjid mengikuti tipologi arsitektur masjid di Timur Tengah dengan ciri kubah, minaret (menara), halaman dalam (plaza), dan penggunaan detail atau hiasan dekoratif dengan elemen geometris dan obelisk, untuk memperkuat ciri keislaman para arsitekturnya.

Gerbang masuk masjid berupa portal dan hiasan geometris serta obelisk sebagai ornamen menambah kemegahan masjid yang menjadi wisata religi favorit para wisatawan lokal Kota Depok, luar daerah dan juga turis asing.

"Kemegahan Masjid Kubah Emas menjadi daya tarik wisatawan yang menjadi andalan wisata religi di Kota Depok," kata Kepala Dinas Olaharaga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporyata) Kota Depok, Wijayanto kepada Republika.co.id, Jumat (29/3).

Menurut Wijayanto, keberadaan Masjid Kubah Emas menjadi kalender wisata utama Kota Depok. Untuk itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok turun tangan membantu kelancaran kunjungan wisata religi tersebut dengan membangun fasilitas penunjang yakni melakukan pelebaran dan betonisasi jalan utama menuju Masjid Kubah Emas, membangun sentra-sentra kuliner dan produk oleh-oleh khas Kota Depok, seperti kripik belimbing, jus belimbing, dodol Depok dan batik Depok.

photo
Anggota keluarga membawa foto almarhumah Dian Djuriah Rais di Masjid Kubah Emas, Cinere, Depok, Jabar, Jumat (29/3/2019).


Pengunjung Masjid Kubah Emas, sebagian besar adalah pengunjung keluarga dan ibu-ibu pengajian dari seluruh daerah. Kunjungan paling ramai pada saat Sholat Jumat dan akhir pekan. "Setiap harinya, tercatat pengunjung bisa mencapai 5.000 orang. Keberadaan Masjid Kubah Emas tentu memberi manfaat secara pendidikan agama dan peningkatan ekonomi bagi warga sekitar masjid," terang Wijayanto.

Informasi yang diperoleh Republika.co.id, selain wisata religi, para pengunjung juga dapat menikmati taman-taman yang indah dan rindang di halaman seputar masjid yang cukup luas. Selain itu, di seputar Masjid Kubah Mas juga menyediakan aula untuk sarana pengunjung masjid sekadar beristirahat, toko makanan, vila, dan butik pakaian

Di halaman masjid juga kerap digunakan untuk acara beragam kegiatan agama. Khusus pada Ramadhan, Masjid Kubah Emas menjadi tempat favorit menunaikan ibadah sholat Taraweh dan sholat Subuh. Selain itu juga menjadi tempat untuk beritikaf dan ngabuburit warga.

Masjid Kubah Mas ini menyediakan aula untuk sarana pengunjung masjid sekadar beristirahat, toko makanan, vila, dan butik pakaian. Untuk jam operasional kunjungan wisata ke Masjid Kubah Mas setiap harinya dimulai pukul 04.00 WIB-07.00 WIB, dan dibuka lagi pukul 10.00 WIB-20.00 WIB. Untuk biaya masuk kendaraan Rp 15 ribu dengan parkir yang cukup luas.

Hj Dian Djuriah Rais binti H Muhammad Rais, penggagas dan pemilik Masjid Kubah Mas meninggal di usia 70 tahun Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan,  pada Jumat (28/3) pukul 02.15 WIB.

Ribuan jamaah melakukan shalat jenazah almahumah di Masjid Kubah Emas. Pemakaman almahumah yang dikenal cukup dermawan ini juga diiringi bacaan yasin oleh ribuan jamaah yang sesuai wasiatnya di makamkan di halaman depan masjid yang didirikannya.

Semoga almarhumah Ibu Hj Dian husnul khatimah, segala amal ibadahnya Allah maafkan dan segala jariyahnya terus mengalir termasuk peninggalannya, Masjid Kubah Emas.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA