Rabu, 20 Zulhijjah 1440 / 21 Agustus 2019

Rabu, 20 Zulhijjah 1440 / 21 Agustus 2019

Mulai Senin, Pemerintah Tawarkan SBR006 Secara Online

Jumat 29 Mar 2019 10:34 WIB

Rep: Adinda Pryanka/ Red: Nidia Zuraya

Petugas bank melayani nasabah calon pembeli Obligasi Ritel Indonesia (ORI).

Petugas bank melayani nasabah calon pembeli Obligasi Ritel Indonesia (ORI).

Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Pemerintah melibatkan dua perusahaan fintech sebagai mitra distribusi SBR006

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah akan melakukan penjualan instrumen Surat Utang Negara (SUN) ritel kepada investor individu secara online (e-SBN) dengan tingkat kupon mengambang, yakni Saving Bond Ritel (SBR) seri SBR006 pada Senin (1/4). Masa penawaran berlangsung selama sekitar dua pekan, yaitu sampai Selasa (16/4).

Baca Juga

Menurut informasi yang disampaikan di situs Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, masyarakat dapat memesan SBR006 dengan minimum pemesanan sebesar Rp 1 juta dan maksimal Rp 3 miliar.

Penerbitan instrumen ritel ini diketahui merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk mempermudah akses masyarakat dalam berinvestasi. "Tujuannya, mendukung terwujudnya keuangan inklusif dan memenuhi sebagian pembiayaan APBN 2019," tulis DJPPR dalam situsnya, Kamis (28/3).

SBR006 jatuh tempo pada 10 April 2021. Tingkat kupon mengambang minimal sesuai dengan suku bunga acuan Bank Indonesia ditambah spread tetap 195 basis poin. Untuk periode tiga bulan pertama (11 April-10 Juli 2019), tingkat kupon ditetapkan sebesar 7,95 persen, dan penyesuaian berikutnya akan dilakukan setiap tiga bulan.

Proses pemesanan pembelian SBR006 secara online dilakukan melalui empat tahap. Dimulai dengan registrasi atau pendaftaran, pemesanan, pembayaran dan setelmen atau konfirmasi. Pemesanan pembelian disampaikan melalui sistem elektronik yang disediakan 14 Mitra Distribusi yang memiliki interface dengan sistem e-SBN.

Beberapa mitra distribusi yang telah ditetapkan melayani pemesanan pembelian secara langsung melalui sistem elektronik layanan adalah PT Bank Central Asia, PT Bank Mandiri dan PT Bank Negara Indonesia. Selain bank, ada juga perusahaan efek seperti PT Danareksa Sekuritas dan Perusahaan Efek Khusus, yakni PT Bareksa Portal Investasi.

Dua perusahaan financial technology (fintech) juga dilibatkan sebagai mitra distribusi, yakni PT Investree Radhika Jaya (Investree) dan PT Mitrausaha Indonesia Group (Modalku). Berbagai platform ini ditawarkan untuk mempermudah akses masyarakat berinvestasi di SUN Ritel sekaligus memperluas basis investor dalam negeri.

Pada awal tahun, pemerintah melalui Kemenkeu merilis produk SUN ritel SBR005. Untuk SBR ini, tingkat kupon untuk periode tiga bulan pertama (30 Januari-10 April) adalah 8,15 persen, lebih tinggi dibanding dengan SBR006. Dana hasil penjualannya digunakan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Dari SBR005, pemerintah meraih pendanaan sebesar Rp 4 triliun yang diraih dari 16.966 investor. Sebanyak 12.961 investor di antaranya merupakan investor baru. Mengutip siaran pers DJPPR Kemenkeu pada Januari lalu, generasi milenial dengan rentang usia 19-39 tahun mendominasi pembelian SBR005 dengan komposisi 50,61 persen.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA