Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

ESDM Serahkan Tambahan 6 Sumur Bor di Demak

Kamis 28 Mar 2019 18:52 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Dwi Murdaningsih

Seorang warga mengambil air bersih di sumur bor bantuan Kementerian ESDM di Kelurahan Petobo, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (12/2/2019).

Seorang warga mengambil air bersih di sumur bor bantuan Kementerian ESDM di Kelurahan Petobo, Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (12/2/2019).

Foto: Antara/Mohamad Hamzah
Badan Geologi akan membangun sumur bor di 650 pemukiman.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dua daerah yang berada di utara Provinsi Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Demak dan Kabupaten Kudus, mendapat giliran menikmati air bersih dari sumur bor yang dibangun oleh Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Baca Juga

Sekretaris Badan Geologi Kementerian ESDM, Antonius Ratdomopurbo (Purbo) pada Rabu (27/3) meresmikan 4 unit sumur bor untuk 4 Desa di Kabupaten Demak dan 2 unit sumur bor di Kabupaten Kudus. Desa di Demak tersebut yaitu Desa Trimulyo, Kec. Guntur, Desa Sarirejo, Kec. Guntur, Desa Wringinjajar, Kec. Guntur dan Desa Sumberejo, Kec. Mranggen. Sementara di Kudus, 2 unit sumur bor diserahkan untuk 2 desa yakni Desa Karangbener, Kec. Bae dan Desa Berugenjang, Kec. Undaan.

Pembangunan sumur bor di dua kawasan ini memiliki kedalaman sumur yang berbeda. Untuk 4 sumur bor di Kabupaten Demak dibangun dengan kedalaman 122-150 meter dengan biaya sebesar Rp 1,5 miliar. Sedangkan 2 sumur bor di Kabupaten Kudus dibangun dengan kedalaman 114-126 meter yang menelan biaya Rp 750 juta.

"Di kabupaten Demak hingga saat ini telah dibangun 13 unit sumur bor dengan kapasitas produksi air bersih mencapai 823.945 m3 per tahun, dapat memenuhi kebutuhan air bersih untuk sebanyak 38.146 jiwa penduduk," kata Purbo.

Sedangkan untuk Kabupaten Kudus, lanjut Antonius, telah berhasil dibangun sebanyak 9 unit sumur bor oleh Badan Geologi. Jumlah tersebut dapat menghasilkan produksi air bersih mencapai 483.356 meter kubik per tahun yang dapat dimaanfaatkan oleh 22.378 jiwa penduduk.

Melihat masih ada masyarakat di dua Kabupaten ini yang masih sulit mengakses air bersih, Antonius mengatakan bahwa pada tahun 2019 Badan Geologi telah mentargetkan akan menambah masing-masih 2 sumur bor untuk Kabupaten Demak dan Kudus.

Sumur bor yang akan di bangun pada tahun depan untuk Kabupaten Demak akan berada di Desa Banyumeneng, Kec. Mranggen dan Desa Pidodo, Kec. Karangtengah. Sedangkan Kabupaten Kudus salah satunya akan di bangun di Desa Bulungkulon, Kec. Jekulo.

Program ini merupakan bagian dari rencana kerja Badan Geologi di Tahun 2019 untuk membangun sumur bor di 650 titik pemukiman penduduk yang sulit air.

Sampai akhir tahun 2018, Badan Geologi Kementerian ESDM telah berhasil membangun sebanyak 2288 unit sumur bor tersebar di seluruh wilayah Indonesia, dengan kapasitas debit air bersih mencapai sekitar 144,4 juta m3/tahun, yang dapat melayani sebanyak kurang lebih 6,6 juta jiwa. Sumur bor tersebut tersebar di 33 provinsi dan 312 Kabupaten.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA