Saturday, 22 Muharram 1441 / 21 September 2019

Saturday, 22 Muharram 1441 / 21 September 2019

Akhiri Kebrutalan di NZ dengan Dien Assalam

Rabu 27 Mar 2019 22:43 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Warga Wellington memeluk umat muslim di Masjid Wellington saat pelaksanaan salat Jumat pertama pascapenembakan di dua masjid kota Christchurch pada Jumat (15/3) di Kilbirnie, Wellington, Selandia Baru, Jumat (22/3/2019).

Warga Wellington memeluk umat muslim di Masjid Wellington saat pelaksanaan salat Jumat pertama pascapenembakan di dua masjid kota Christchurch pada Jumat (15/3) di Kilbirnie, Wellington, Selandia Baru, Jumat (22/3/2019).

Foto: Antara/Ramadian Bachtiar
Islam adalah agama dimana kedamaiannya bisa dirasakan oleh umat lainnya

Penembakan brutal beberapa waktu lalu di New Zealand (NZ) membuka mata dunia.  Kesedihan tidak hanya milik umat Islam tetapi umat manusia lainnya pun banyak yang memberikan rasa prihatin yang mendalam atas tragedi itu. 

Terbukti saat shalat jum'at sepekan setalah tragedi penembakan itu. Dukungan kepada umat muslim berdatangan dari berbagai kalangan untuk umat muslim.  

Baca Juga

Tak ketinggalan dari masyarakat Indonesia, perkumpulan umat beragama telah melakukan konferensi pers menyatakan dukungan penuh kepada umat muslim di Selandia Baru agar kuat. Terlebih hikmah tragedi itu terhadap sesama muslim. 

Banyak dari sesama muslim yang merasa selama ini masih lalai dalam menjalankan perintah agama kemudian berubah menjadi muslim taat secara kaffah untuk menjalani kehidupan ini dengan aturan agama. Dari kalangan non muslim tidak sedikit yang tertarik untuk menjadi muallaf, menjadi pemeluk agama Islam. 

Islam adalah agama yang sempurna dan menyeluruh (syamil mutakamil). Ajaran Islam menyeluruh meliputi semua zaman, kehidupan, dan eksistensi manusia.

Islam mengatur mulai urusan pribadi, keluarga, masyarakat, hingga urusan negara. Islam juga mengatur masalah sosial, politik, hukum, keamanan, pendidikan dan lingkungan. Islam adalah agama yang mengatur urusan dunia dan akhirat. Rasulullah SAW bersabda: "Islam itu tinggi dan tidak ada yang mengalahkan ketinggiannya".

Sayangnya Islam dipersepsikan oleh sebagian umatnya sendiri masih dianggap sebagai agama yang bersifat vertikal (mengatur hubungan manusia dengan Allah SWT). Saat terjadi penembakan brutal itu, umat muslim sedang damai dalam sholatnya (Hablumminallah). Namun karena ada persepsi Islamphobia di Eropa dan dunia lainnya,  Islam dianggap sebagai agama teroris maka terjadilah kebrutalan itu. 

Islam adalah agama damai (dien assalam). Kedamaiannya akan dirasakan tidak hanya umat Islam sendiri tetapi oleh umat lainnya. 

Tetapi saat hukum Islam bisa diterapkan menyeluruh hingga aspek bernegara. Tentu, butuh keberanian sosok pemimpin yang bisa meneladani kepemimpinan Rasulullah SAW di Madinah. Begitu juga masyarakat mendukung penuh kepemimpinan tersebut.

"maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, (yaitu) Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya). Ikutilah dia, agar kamu mendapat petunjuk." (QS. Al-A'raaf: 158).

Dulu Nusantara ini adalah bagian dari Kesultanan Turki Utsmani yang berpusat di Istambul. Pada saat Islam menjadi asas negara muslim dibelahan manapun akan menjadi tanggungjawab sang Sultan.  Dua pekan berlalu sudah kebrutalan itu terjadi tetapi tidak ada sang Sultan yang bijak memberikan perhatian terhadap kasus ini.  Kecaman pun muncul dari elemen masyarakat bukan dari penguasa. 

Semoga Persepsi Islam yang hanya bersifat vertikal segera terkikis habis.  Adalah pilihan kita semua agar Islam kembali bisa berdaulat dalam negara. Sehingga tidak akan terulang kembali kejadian brutal yang menimpa umat muslim sedang sholat di masjid dimanapun. 

Pengirim: Deni Heryani SP, Komunitas Literasi Muslimah

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA