Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Wednesday, 23 Rabiul Awwal 1441 / 20 November 2019

Bank Muamalat: Sukuk Ritel SR-011 Habis dalam Sepekan

Rabu 27 Mar 2019 18:04 WIB

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Gita Amanda

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman (kiri) berjabat tangan dengan Direktur Pembiayaan Syariah Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Dwi Irianti Hadiningdyah pada peluncuran Sukuk Negara Ritel Seri SR-011 di Jakarta, Jumat (1/3).

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman (kiri) berjabat tangan dengan Direktur Pembiayaan Syariah Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Dwi Irianti Hadiningdyah pada peluncuran Sukuk Negara Ritel Seri SR-011 di Jakarta, Jumat (1/3).

Foto: Republika/Prayogi
Penjualan SR-011 Bank Muamalat meningkat hingga di atas 100 persen di banding SR-010.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Permintaan pembelian sukuk ritel seri SR-011 di PT Bank Muamalat Indonesia Tbk membludak. Selama masa penawaran yang berlangsung sejak tanggal 1 sampai 21 Maret 2019 total penjualan Bank Muamalat meningkat hingga di atas 100 persen di banding SR-010.

Chief Executive Officer (CEO) Bank Muamalat Achmad K Permana mengatakan, Kementerian Keuangan memberikan target awal sebesar Rp 300 miliar. Namun, hanya sepekan setelah melakukan penawaran, perseroan kembali mengajukan up size karena tingginya permintaan.

"Antusiasme nasabah sangat tinggi untuk membeli Sukuk Ritel 011, terbukti dari melonjaknya permintaan di masa penawaran sampai-sampai kami harus mengajukan up size sebesar Rp 100 miliar," katanya dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id.

Dengan demikian, total penjualan Sukuk Ritel SR-011 di Bank Muamalat selama penawaran menjadi Rp 400 miliar atau naik lebih dari 100 persen dibandingkan penjualan Sukuk Ritel seri 010 tahun lalu. Permana menambahkan, jumlah rata-rata pembelian SR-011 di Bank Muamalat sebesar Rp 400 juta.

Angka tersebut jauh di atas nominal minimum pembelian yang sebesar Rp 1 juta. Ia mengakui penurunan nominal pemesanan sukuk membuatnya jadi lebih terjangkau oleh masyarakat khususnya investor pemula dan generasi milenial. Tahun lalu pembelian minimal Rp 5 juta dan maksimal Rp 5 miliar.

"Selain itu, ada fakta menarik mengenai sebaran investor," katanya.

Meskipun investasi sukuk ritel masih didominasi oleh investor dari wilayah Indonesia Barat, tetapi jumlah investor dari Indonesia Timur juga mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Secara total, jumlah nasabah yang membeli SR-011 melalui Bank Muamalat sebanyak 1.010 nasabah.

Untuk menyukseskan penjualan, Bank Muamalat melakukan berbagai promosi melalui jaringan media sosial, internet banking, mobile banking dan ATM. Disamping itu, Bank Muamalat juga mengadakan customer gathering bersama Kementerian Keuangan di kota Mataram, Lombok pada tanggal 14 Maret 2019 lalu.

Sebagai informasi, instrumen investasi ini diterbitkan dengan tingkat imbalan tetap sebesar 8,05 persen per tahun dengan tenor selama tiga tahun. Tanggal jatuh tempo adalah 10 Maret 2022. Tanggal pembayaran imbalan dilakukan setiap tanggal 10 setiap bulannya dan imbalan pertama akan didistribusikan pada tanggal 10 Mei 2019.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA