Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

Thursday, 24 Rabiul Awwal 1441 / 21 November 2019

2019, CIMB Niaga Syariah Targetkan Pertumbuhan 30 Persen

Rabu 27 Mar 2019 15:31 WIB

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Nidia Zuraya

Direktur Syariah Banking CIMB Niaga Pandji P Djajanegara, sedang menampaikan paparannya pada acara Diskusi Bersama CIMB Niaga Syariah di Jakarta, Rabu (27/3).

Direktur Syariah Banking CIMB Niaga Pandji P Djajanegara, sedang menampaikan paparannya pada acara Diskusi Bersama CIMB Niaga Syariah di Jakarta, Rabu (27/3).

Foto: darmawan / republika
CIMB Niaga Syariah berencana menerbitkan sukuk pada pertengahan tahun 2019

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- cimb niaga syariah targetkan pertumbuhan bisnis 30 persen pada 2019. Direktur Syariah Banking CIMB Niaga Syariah, Pandji P Djajanegara menyampaikan target ini sama seperti 2018 meski realisasi pertumbuhannya jauh di atas.

"Untuk 2019 target tetap tumbuh 30 persen, meski bisa lebih, namun moderat juga karena sebentar lagi pemilu," kata Pandji, kepada wartawan di Grha CIMB Niaga, Jakarta, Rabu (27/3).

Menurutnya, pemilu akan berimbas pada penurunan dana pihak ketiga seiring peningkatan konsumsi. Dengan target tersebut, CIMB Niaga Syariah akan mencari sumber pendanaan lain, termasuk surat berharga atau sukuk dan tambah modal dari induk.

Pandji mengatakan UUS berencana menerbitkan sukuk pada pertengahan tahun sebesar Rp 2 triliun. Namun realisasinya akan menyesuaikan dengan kondisi pasar. Jika imbal hasil tinggi, maka CIMB Niaga Syariah tidak akan memaksakan dan memilih mencari sumber dana yang lebih murah.

Selain itu, anak perusahaan CIMB Niaga ini akan menambah modal dari induk. Tahun lalu, induk menyuntik modal sebesar Rp 1 triliun untuk kestabilan portofolio bisnis. Pandji enggan menyebutkan rencana tambahan modal untuk tahun ini.

Ia mengatakan CIMB Niaga Syariah gencar ekspansi karena memiliki target untuk menjadi besar sebelum spin off pada 2022-2023. Induk menargetkan setidaknya UUS lepas sebagai bank BUKU III dengan modal inti sekitar Rp 5 triliun.

"Kira-kira saat kita punya aset sekitar Rp 60-70 triliun," kata Pandji. Per 2018, aset CIMB Niaga Syariah sebesar Rp 34,38 triliun, tumbuh 45,4 persen dari 2017 sebesar Rp 23,64 triliun.

Selain itu, pelayanan untuk pengalaman nasabah harus sudah setara dengan induk. Tahun 2019, CIMB Niaga Syariah juga meningkatkan digitalisasi mengikuti rencana induk. Ini menjadi salah satu cara untuk meningkatkan laba dari sisi fee based income.

Head of Digital Banking, Branchless and Partnership CIMB Niaga Bambang Karsono Adi menyampaikan CIMB Niaga memiliki basis kuat karena 96 persen transaksi berasal dari digital. Meliputi produk CIMB Clicks atau mobile banking dengan jumlah transaksi per bulan mencapai 16,3 juta. Jumlah penggunanya sekitar 1,7 juta per 2018.

Rekening Ponsel juga menjadi e-wallet pertama yang diluncurkan CIMB Niaga pada 2013. Saat ini jumlah pengguna mencapai 3,7 juta, termasuk hasil kolaborasi dengan fintech seperti Grab, dan Gojek.

"Kita sedang mengubah cara ber-banking, kita mengikuti adik-adik kita di fintech," kata dia. CIMB Niaga sendiri sedang menjajaki kerja sama dengan sejumlah fintek, khususnya lini bisnis agregator.

CIMB Niaga telah memulai terobosan dari sisi digital dengan tujuan efisiensi sumber daya dan pemanfaatan teknologi. Meliputi, pembukaan rekening tanpa harus ke cabang, dan penggunaan kartu ATM akan diminimalisir sehingga transaksi berbasis digital.


Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA