Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Pelita Samudera Shipping Catatkan Laba Bersih Rp 200 Miliar

Selasa 26 Mar 2019 09:27 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Friska Yolanda

Kapal tongkang (ilustrasi)

Kapal tongkang (ilustrasi)

Foto: Republika/Raisan Al Farisi
Laba perseroan tumbuh empat kali lipat dibandingkan tahun lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSS) mencatatkan laba bersih 14,1 juta dolar AS di akhir 2018. Laba bersih 2018 itu merupakan laba tertinggi PSS dalam lima tahun terakhir dan naik empat kali lipat dari 2017.

"Pencapaian ini didorong oleh kinerja operasional yang solid dan optimisasi aset berupa divestasi 1 unit FLF," ujar Sekretaris PSS, Imelda Agustina Kiagoes, melalui keterangan tertulis yang diterima, Selasa (26/3).

Di luar pendapatan dan beban yang tidak berulang, PSS berhasil meningkatkan Laba Bersih 2018 menjadi sekitar 7,8 juta dolar AS dari sekitar 3,9 juta dolar AS di 2017. Pencapaian ini menghasilkan profitabilitas yang lebih tinggi dengan margin laba bersih sekitar 12,2 persen di 2018 dibandingkan sekitar delapan persen di 2017.

Sementara itu, pendapatan bersih 2018 tercatat 63,6 juta dolar AS. Ini mencerminkan kenaikan sekitar 30 persen per tahun (yoy) dari sekitar 49 juta dolar AS pada 2017. Kenaikan volume dan tarif dari Kapal Tunda dan Tongkang (TNB) dan mulainya lini bisnis baru Kapal Induk (MV) berkontribusi besar terhadap kinerja pendapatan perseroan.

Kontribusi TNB sekitar 56 persen dari pendapatan bersih perseroan pada 2018, diikuti oleh Fasilitas Muatan Apung (FLF) sekitar 39 persen dan MV sekitar lima persen. Laba bruto naik sekitar 54 persen menjadi sekitar 16,3 juta dolar AS pada 2018 dari sekitar 10,5 juta dolar AS di 2017. Dengan demikian, margin laba bruto naik ke 25,6 persen di 2018 dari 21,5 persen di 2017.

Di sisi lain, EBITDA mencapai sekitar 23,4 juta dolar AS atau naik sekitar 32 persen YoY dari sekitar 17,7 juta dolar AS. Ini mencerminkan marjin EBITDA sekitar 36,8 persen di 2018, lebih baik dari sekitar 36,2 persen di 2017.

Perseroan melanjutkan usaha untuk membangun posisi keuangan yang lebih kuat di mana jumlah aset meningkat sekitar delapan persen menjadi sekitar 110,1 juta dolar AS dan jumlah ekuitas meningkat sekitar 17 persen menjadi sekitar 71,7 juta dolar AS per 31 Desember 2018.

Di periode yang sama, PSS memiliki kas dan setara kas sekitar 15,7 juta dolar AS. Sedangkan total Pinjaman Bank adalah sekitar 25,4 juta dolar AS. Rasio Gearing dan Net Gearing Perseroan adalah sebesar masing-masing 0,35 kali dan 0,13 kali per 31 Desember 2018, jauh lebih baik dibandingkan dengan masing-masing 0,52 kali dan 0,26 kali per 31 Desember 2017.

"Posisi keuangan ini menunjukkan PSS memiliki struktur modal yang terjaga dengan baik dan kapasitas keuangan yang solid," terang Imelda.

Utilisasi kapasitas keuangan perseroan, yang dimulai dengan kombinasi antara kas internal dan pendanaan bank untuk ekspansi armada MV yang terdiri dari 1 unit kapal kelas handysize di Desember 2018 dan 2 unit kapal kelas supramax masing-masing di Januari 2019 dan Februari 2019 diklaim akan mempercepat laju pertumbuhan PSS di tahun 2019 dan tahun-tahun berikutnya.

Perseroan menargetkan Pendapatan Bersih untuk tumbuh sekitar 25 persen sampai 30 persen dengan marjin EBITDA sekitar 28 persen sampai 30 persen di 2019.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA