Thursday, 11 Rabiul Akhir 1442 / 26 November 2020

Thursday, 11 Rabiul Akhir 1442 / 26 November 2020

KPU Undang 33 Negara Pantau Pemilu

Selasa 26 Mar 2019 04:15 WIB

Rep: Dian Erika Nugraheny/ Red: Dwi Murdaningsih

Ilustrasi Pemilu 2019

Ilustrasi Pemilu 2019

Foto: Foto : MgRol112
Sebelas lembaga internasional juga akan memantau pemilu

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Pramono Ubaid Tanthowi, mengatakan pihaknya akan mengundang perwakilan dari 33 negara untuk memantau pelaksanaan Pemilu 2019. Selain itu, ada 11 lembaga internasional yang ikut memantau pencoblosan pada 17 April nanti.

"Kami mengundang penyelenggara pemilu (KPU-nya) dari 33 negara, perwakilan kedutaan negara-negara sahabat 33 negara. Kemudian dari LSM/pemantau internasional ada 11 lembaga," ujar Pramono dalam keterangan tertulisnya, Senin (25/3).

Dia menjelaskan, kegiatan itu akan dimulai pada 15 April dan berakhir pada 18 April. Selain memantau, ada sejumlah kegiatan lain yang digelar oleh KPU.

Di antaranya yakni seminar mengenai pelaksaan pemilu di Indonesia dan mendengarkan masukan dari negara sahabat serta lembaga internasional untuk pelaksanaan pemilu. "Kalau acara seremonialnya 15 -18 April. Ada seminar berisi penjelasan system dan masalah-masalah penting dalam Pemilu Indonesia. Ada pemantauan ke TPS-TPS, dan ada catatan dan masukan dari lembaga-lembaga itu tentang hasil pemantauan TPS," tutur Pramono.

Selain mengundang 33 negara sahabat dan 11 lembaga internasional untuk memantau Pemilu, KPU juga dalam pemantauan ini akan turut mengundang beberapa LSM dalam negeri hingga perwakilan perguruan tinggi di Indonesia. "Dalam acara itu bukan hanya yang asing-asing saja. Tapi juga LSM/Pemantau domestik serta wakil-wakil perguruan tinggi di Indonesia," tegasnya.

Sementara itu, baru-baru ini media sosial diramaikan dengan tagar #INAelectionobserverSOS. Tagar tersebut ditujukan agar ada pemantauan pelaksanaan Pemilu 2019.  Sejumlah pihak yang menyerukan tagar tersebut khawatir penyelengaraan Pemilu 2019 akan dipenuhi dengan pelanggaran dan kecurangan.


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA