Saturday, 23 Zulhijjah 1440 / 24 August 2019

Saturday, 23 Zulhijjah 1440 / 24 August 2019

Kitab Al-Maarif Ibnu Qutaybah Ungkap Sejarah Arab

Kamis 21 Mar 2019 16:16 WIB

Red: Agung Sasongko

Ilmuwan Muslim (ilustrasi).

Ilmuwan Muslim (ilustrasi).

Foto: blogspot.com
Buku ini merupakan salah satu buku paling tua mengenai sejarah Arab.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Dalam kajian sejarah, Ibnu Qutaybah menghasilkan satu karya terkenal dengan judul Kitab al-Ma'arif. Laman Muslimheritage menyebutkan, buku ini merupakan salah satu buku paling tua mengenai sejarah Arab. Ini tak mengherankan sebab dalam bukunya itu, Ibnu Qutaybah menguraikan tentang sejarah Arab pra-Islam dan perkembangan mereka saat masa Islam.

Pada masa selanjutnya, Kitab al-Ma'arif ini menjadi rujukan banyak cendekiawan untuk mengetahui sejarah Arab. Dalam penulisan sejarah, Ibnu Qutaybah dikelompokkan ke dalam sejarawan Muslim awal, seperti Abu Hanifa ad-Dinawari yang juga meninggal dunia pada 889 Masehi.

Baca Juga

Dinawari menuliskan buku sejarah yang dikenal dengan Kitab al-Akhbar at-Tiwal atau Book of Long Narrative. Seperti yang tergambarkan dalam judulnya, buku ini menguraikan tentang sejumlah episode tertentu yang menarik minat penulisnya.

Seperti yang ditulis oleh Ibnu Qutaybah, Dinawari tak hanya mengisahkan soal sejarah Islam. Ia pun menjelaskan mengenai masa pra-Islam. Dalam bukunya, tercantum soal Alaxander Agung dan informasi yang perinci mengenai raja-raja Sasanid. Juga mengenai penaklukan Irak.

Karya lain Ibnu Qutaybah yang begitu menjadi perhatian adalah Uyun al-Akhbar atau 'Berita-berita Pilihan'. Buku ini berisi mengenai pergulatan Ibnu Qutaybah terkait persoalan agama, aliran pemikiran, dan juga tentang tata bahasa.

Bahkan, dalam buku ini ia memuat sejumlah naskah ceramah atau pidato. Pada masa itu, di Baghdad, ceramah menjadi salah satu hal penting dan kemampuan yang perlu dimiliki oleh seorang cendekiawan. Biasanya, ceramah ini banyak dikuasai pula oleh para ulama sebagai sarana dalam mendakwahkan Islam.

Pada abad ke-7 dan ke-8, ceramah merupakan karya prosa yang indah dan dikenal dengan sebutan maqam. Para zahid atau kaum asketis, biasanya menyampaikannya di hadapan para khalifah dan raja-raja. Materi-materi itu terangkum dalam buku Ibnu Qutaybah.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA