Tuesday, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 December 2019

Tuesday, 13 Rabiul Akhir 1441 / 10 December 2019

Satgas Anti Mafia Bola akan Periksa Joko Driyono, Besok

Rabu 20 Mar 2019 22:20 WIB

Red: Israr Itah

Joko Driyono.

Joko Driyono.

Foto: Antara/Aprillio Akbar
Pemeriksaan diagendakan berlangsung pukul 10.00 WIB.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Plt Ketua Umun Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Joko Driyono, akan kembali diperiksa oleh penyidik Satuan Tugas (Satgas) Anti Mafia Bola pada Kamis (21/3). Ini disampaikan ketua tim satgas Kombes Pol Argo Yuwono di Mapolda Petro Jaya, Rabu (20/3).

Baca Juga

"Untuk perkembangan tim satgas anti mafia bola, bahwa besok hari Kamis akan memeriksa JD," kata Argo.

Pemeriksaan tersebut, kata Argo, merupakan lanjutan pemeriksaan sebagai tersangka dalam kasus perusakan dan penghilangan barang bukti, yang batal dilaksanakan pada Senin (18/3) lalu. Argeo mengatakan, ini merupakan panggilan kedua. Pemeriksaan diagendakan berlangsung pukul 10.00 WIB. 

"Kita tunggu saja besok untuk kehadiran dari yang bersangkutan," kata Argo.

Ketika ditanyakan apa yang akan digali lagi dalam pemeriksaan tersebut, Argo mengatakan masih ada yang perlu didalami oleh penyidik dari Joko.

Joko Driyono (Jokdri) ditetapkan sebagai tersangka karena merusak barang bukti yang diduga terkait dengan kasus pengaturan skor. Dia ditetapkan sebagai tersangka pada Kamis 14 Februari 2019.

Ia diduga aktor intelektual yang memerintahkan tiga orang, yaitu Muhammad MM alias Dani, Mus Muliadi alias Mus dan Abdul Gofar, untuk melakukan perusakan barang bukti di kantor Komisi Disiplin PSSI yang sempat digeledah Satgas Anti Mafia Bola beberapa waktu lalu.

Usai menetapkan Jokdiri sebagai tersangka, polisi melakukan penggeledahan apartemen Jokdir di Taman Rasuna, tower 9 lantai 18 unit 0918 C, Jalan Taman Rasuna Selatan, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan. Sebelumnya ruang kerja Jokdri di Kantor PSSI, Tanah Abang, Jakarta Pusat, juga digeledah pada Kamis, 14 Februari 2019.

Kemudian, polisi pun melakukan pencekalan terhadap Jokdri. Polisi sudah berkoordinasi dengan pihak Imigrasi pada 15 Februari 2019 untuk mencegah Jokdri keluar negeri selama 20 hari. Namun hingga kini Joko Driyono belum mendapatkan penahanan.

Dalam kasus pengaturan skor sepak bola ini, Argo menyatakan bisa ada kemungkinan ditetapkannya tersangka baru. "Semua kemungkinan bisa terjadi ya," kata dia.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA