Sabtu, 20 Safar 1441 / 19 Oktober 2019

Sabtu, 20 Safar 1441 / 19 Oktober 2019

Negosiasi Pemesanan Boeing 737 Max 8 Mulai Dilakukan

Rabu 20 Mar 2019 20:16 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Dwi Murdaningsih

Pesawat Boeing milik Garuda Indonesia dan Etihad Airways berada di area parkir pesawat Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (15/3/2019).

Pesawat Boeing milik Garuda Indonesia dan Etihad Airways berada di area parkir pesawat Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (15/3/2019).

Foto: Antara/Muhammad Iqbal
Lion Air masih memesan 222 pesawat jenis Boeing 737.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Negoisasi pemesanan pesawat jenis Boeing 737 Max 8 mulai dilakukan. Maskapai Indonesia saat ini yang menggunakan pesawat jenis Boeing 737 Max 8 yakni Garuda Indonesia dan Lion Air.

Saat ini, maskapai di Indonesia yang menggunakan jenis pesawat tersebut mulai melakukan negosiasi pemesanan pesawat Boeing 737 Max 8. Sebab, Garuda Indonesia masih memesan 49 pesawat dan Lion masih memesan 222 pesawat jenis Boeing 737 Max 8.

Garuda Indonesia saat ini mengoperasikan satu pesawat jenis tersebut dan Lion Air 10 unit yang semuanya masih dilarang untuk diterbangkan selama Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan inspeksi mendalam.

Sejak kecelakaan Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 yang menggunakan pesawat jenis Boeing 737 Max 8 tersebut, operasional mulai diawasi. Terlebih, beberapa waktu lalu Maskapai Etiopia juga mengalami kecelakaan dengan tipe pesawat yang sama.

photo
Sejumlah peristiwa yang dialami oleh Boeing 737.

VP Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan mengatakan Garuda Indonesia sudah sejak lama melakukan negosiasi tersebut sebelum kecelakan Lion Air JT 610. “Poinnya kami sudah memulai sejak lama dengan Boeing untuk perubahan yang tersisa itu (49 pesawat),” kata Ikhsan kepada Republika.co.id, Rabu (20/3).

Dia menejelaskan saat ini, Garuda Indonesia sudah memproses penjadwalan ulang kedatangan 49 pesawat Boeing 737 Max 8 yang belum dikirim. Dia menuturkan negosiasi tersebut dilakukan untuk melakukan pengubahan dari sisa pesawat yang belum dikirim.

“Tapi (negosiasi) bukan terkait kejadian-kejadian yang ada akhir-akhir ini. Itu murni karena alasan komersial kita. Hanya saja, kami detilnya belum ada karena kita sedang bicarakan dengan Boeing,” ujar Ikhsan.

Ikhsan menjelaskan negosiasi tersebut bsia saja untuk perubahan jenis pesawat lain dari Boeing atau hal lainnya yang sesuai. Dia menegaskan apakah perubahan terkait badan pesawat, jenis, atau hal lainnya namun saat ini belum muncul keputuasan dari negosiasi tersebut.

Meskipun begitu, Ikhsan mengakui saat ini Garuda Indonesia masih menerima perkembangan informasi dari Boeing. Terutama pascakecelakaan Lion Air dan Maskapai Etiopia beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Lion Air saat ini belum bisa menjelaskan secara detil bagaimana sikapnya terkait pemesanan Boeing 737 Max 8. “Terkait dengan hal tersebut, kami belum bisa memberikan keterangan sekarang. Namun dalam hal etika bisnis, pasti dilakukan komunikasi dan koordinasi,” kata Corporate Communications Strategic Lion Air Danang Mandala Prihantoro. 

Sementara itu, Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Polana B Pramesti mengatakan ada kemungkinan jika pemerintah akan mendorong maskapai di Indonesia menegosiasi ulang hingga pembatalan pemesanan pesawat Boeing 737 Max 8. Hanya saja, hal tersebut masih perlu menunggu kepastian penyebab dari kecelakaan Boeing yang dialami Maskapai Etiopia. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA