Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Menunggu Kelas Ambruk Kami Diperbaiki

Rabu 20 Mar 2019 10:31 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Sekolah SD Mangun Jaya 04 di Jalan Kramat Kedondong, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi kondisinya hampir rubuh.

Sekolah SD Mangun Jaya 04 di Jalan Kramat Kedondong, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi kondisinya hampir rubuh.

Foto: Tiar Bekasi
Setelah hampir setahun atap ambruk, pihak kecamatan mulai mendatangi SD Mangun Jaya

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Muhammad Tiarso Baharizqi/Wartawan Republika

Baca Juga

Sudah hampir satu tahun dua ruangan di Sekolah Dasar Negeri Mangun Jaya 04, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi tidak terpakai karena atap sekolah yang rusak. Dua ruangan tersebut adalah ruangan kelas 1 dan ruang guru.

Ketika Republika mendatangi sekolah tersebut tiang penyangga di ruangan kelas yang terbuat dari kayu patah, sehingga genting diatas ruangan pun ikut turun ke bawah. Beberapa atap langit-langit sudah mulai bolong serta tembok-tembok yang ada di dalam kelas mulai retak. 

photo
Sekolah SD Mangun Jaya 04 di Jalan Kramat Kedondong, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi kondisinya hampir rubuh.

Saat ini, kegiatan yang biasanya berlangsung di kelas tersebut sudah dipindahkan ke ruangan lain dan juga ke gedung baru. Walaupun tak begitu berpengaruh kepada siswa, tetapi hal ini menyebabkan kegiatan belajar mengajar menjadi kurang maksimal karena harus membagi waktu belajar, yaitu pada saat pagi dan siang.

Menurut salah seorang guru Atoy Muktikarib, Bangunan yang hampir ambruk tersebut memang bangunan yang sudah tua karena sudah berdiri sejak tahun 1983. Pak Atoy menjelaskan kejadian ambruknya bangunan tersebut karena sudah mulai lapuk dan termakan usia. 

photo
Sekolah SD Mangun Jaya 04 di Jalan Kramat Kedondong, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi kondisinya hampir rubuh.

"Awalnya tiang penyangga yang terbuat dari kayu memang sudah lapuk, dan tiba-tiba ambruk begitu saja. Alhamdulillahnya pada saat itu tak ada siswa atau guru pada saat kejadian," Kata Atoy. 

Pak Atoy menjelaskan, walaupun  ruangan kelas 1 tersebut sudah dipindahkan ke gedung baru dan kegiatan belajar sudah berjalan normal, ia mengkhawatirkan apabila tak kunjung diperbaiki, maka kondisi ruangan yang rusak bisa semakin parah. 

" Saat ini sudah pindah ke gedung baru yang dibangun oleh pemerintah pusat. Tapi tetap saja gedung lama harus tetap diperbaiki agar bisa digunakan kembali karena murid disini sangat banyak, Kata Atoy. 

Sebagaimana diketahui sekolah ini memberlakukan jadwal pagi dan siang dalam kegiatan belajar dan mengajarnya. Sehingga dengan adanya kejadian rusaknya ruang kelas tersebut membuat jam belajar menjadi tidak efisien karena harus membagi waktu dengan kelas-kelas lainnya. 

"Kalau kelas tersebut diperbaiki maka pembagian waktu belajar antara pagi dan siang bisa berjalan dengan baik," Ujarnya. 

Pak Atoy megatakan, beberapa pekan lalu mulai ada respon dari pihak kelurahan dan kecamatan untuk memperbaiki ruangan kelas yang ambruk. Namun beberapa hari terakhir ini masih belum ada kabar tentang kejelasan untuk memperbaiki ruangan kelas tersebut. 

"Pihak Kelurahan dan Kecamatan sudah sampai kesini,  katanya sih tunggu saja. Katanya masih akan dilaporkan ke dinas, " Ujarnya. 

Ia pun berharap kepada pihak pemerintah agar permasalahan rusaknya ruang kelas tersebut dapat ditangani dengan cepat dan tak berlarut-larut. 

Sehingga kondisi ruangan di sekolah tersebut tak mengalami kerusakan yang parah. Ia juga berharap kepada pemerintah agar tak hanya fasilitas kelas saja yang dibangun tetapi fasilitas seperti lapangan olahraga dab perpustakaan juga ikut diperbaiki.

Alvaro (9 tahun) salah seorang murid di SDN Mangun Jaya 04, mengatakan, ia tak begitu paham dengan kerusakan pada salag satu ruangan di sekolahnya, namun dirinya berharap ruang kelas tersebut bisa diperbaiki agar bisa dipakai kembali oleh anak murid lainnya.

" Pas kejadian memang tidak ada disitu (ruang kelas), tapi ya cuma beraharap dipebaiki saja,  biar anak kelas lainnya bisa pakai kelasnya," Kata Alvaro. 

Mira (35 tahun) selaku orang tua murid yang bersekolah di SDN Mangun Jaya 04, mengatakan pada saat kejadian rusaknya ruangan kelas tersebut, jadwal kegiatan belajar mengajar sempat terganggu. Namun saat ini, karena beberapa kelas sudah dipindah ke gedung baru, kegiatan belajar mengajar sudah mulai normal kembali. 

" Ya dulu sempat keganggu jam belajar anak saya karena rusaknya ruang kelas tersebut, tapi sekarang sudah normal kembali karena sudah pindah ke gedung baru," Kata Mira. 

Mira yang juga dulu pernah bersekolah di sekolah di SD Mangun Jaya 04 juga berharap agar ruangan tersebut bisa segera diperbaiki, agar kegiatan belajar bisa lebih efektif dan efisien. 

" Gedung sekolahnya memang sudah tua, tapi saya beraharap agar segera cepat diperbaiki biar lebih baik belajarnya, tuturnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA