Rabu, 2 Rajab 1441 / 26 Februari 2020

Rabu, 2 Rajab 1441 / 26 Februari 2020

BMH yang Pertama Bantu Korban Gempa Lombok Timur

Selasa 19 Mar 2019 08:10 WIB

Red: Irwan Kelana

Warga besama relawan BMH foto bersama untuk simbolis penyerahan bantuan di Lombok Timur.

Warga besama relawan BMH foto bersama untuk simbolis penyerahan bantuan di Lombok Timur.

Foto: Dok BMH
Gempa terjadi Ahad (17/3), Laznas BMH mengirimkan bantuan Senin (18/3).

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Musibah gempa kembali terjadi, kali ini meliputi daerah Lombok Timur. Gempa dengan kekuatan 5,8 SR, Ahad  (17/3) itu kembali menimbulkan duka bagi saudara-saudara sebangsa  yang terdampak.

"Tentu kita merasa sedih atas apa yang menimpa saudara kita di Lombok Timur. Ini adalah tanggung jawab kita bersama. Untuk itu, Laznas Baitul Maal Hidayatullah (BMH) segera ke Lombok Timur dan menyalurkan bantuan untuk para korban," terang Kepala Divisi Program dan Pemberdayaan BMH NTB, Abdul Kholiq melalui siaran pers yang diterima Republika.co.id, Selasa (19/3).

Ia menambahkan, relawan BMH turun ke lokasi pada Senin  (18/3) dengan membawa beragam bantuan untuk memenuhi kebutuhan darurat warga.

"Relawan langsung bergerak dan menyalurkan bantuan yang ada kepada 20 Kepala Keluarga (KK) di Desa Montong Betok, Kecamatan Montong Gading, Lombok Timur," imbuh Kholiq.

Bantuan ini mendapat respons positif dari warga. Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Kepala Dusun Desa Montong Betok, M. Fikir.

"Kami bersama warga di sini sangat berteri makasih atas respon cepat BMH memberikan bantuan darurat bagi warga. Ini adalah bantuan pertama yang kami terima, belum ada bantuan yang masuk sejak gempa terjadi," ucapnya.

Selain bantuan berupa makanan dan minuman, BMH juga menyalurkan terpal, serta keperluan bayi dan wanita. 

Lokasi korban gempa di Lombok Timur ini lumayan jauh dari kota Mataram, memakan waktu dua jam dan harus melalui jalanan yang rusak. 

"Mobil BMH sempat terkendala karena jalan licin dan terperosok. Tapi, Alhamdulillah bisa segera jalan kembali. Masyarakat memang butuh empati dan simpati kita semua untuk kembali bangkit, terlebih masih banyak yang belum tersentuh bantuan," ungkap Kholiq.

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA