Saturday, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 December 2019

Saturday, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 December 2019

Ekspor Industri Furnitur Tembus 1,6 Miliar Dolar

Senin 18 Mar 2019 22:42 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Seorang operator mesin mendemokan mesin penghalus kayunya pada acara pameran International Furniture Manufacturing Components Exhibition (IFMAC) dan pameran Woodworking Machinery (WOODMAC) di Jiexpo Jakarta, Rabu (26/9).

Seorang operator mesin mendemokan mesin penghalus kayunya pada acara pameran International Furniture Manufacturing Components Exhibition (IFMAC) dan pameran Woodworking Machinery (WOODMAC) di Jiexpo Jakarta, Rabu (26/9).

Foto: Darmawan/Republika
Ekspor naik 4 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Industri furnitur nasional mampu mencetak nilai ekspor yang mengalami kenaikan hingga 1,69 miliar dolar AS. Angka ini naik empat persen pada 2018 dibanding tahun 2017.

"Kemampuan sektor padat karya berorientasi ekspor ini karena ditopang ketersediaan bahan baku, sumber daya manusia (SDM), dan desain menarik. Industri furnitur merupakan salah satu sektor strategis dalam menopang perekonomian nasional," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

Selain itu, lanjutnya, industri ini berperan penting dalam mendukung kebijakan hilirisasi industri karena berbasis sumber daya alam lokal, yang terus dipacu nilai tambahnya. Kementerian Perindustrian mencatat, kinerja ekspor dari industri furnitur Indonesia dalam tiga tahun terakhir memperlihatkan tren yang positif.

>Pada 2016, nilai ekspornya sebesar 1,60 miliar dolar AS, naik menjadi 1,63 miliar dolar AS di 2017. "Kami bertekad untuk semakin memacu kinerja ekspor furnitur. Apalagi, dengan potensi bahan baku yang kita miliki," kata Menperin.

Indonesia merupakan penghasil 80 persen bahan baku rotan dunia, dengan daerah potensial rotan di Indonesia yang tersebar di berbagai pulau, terutama di Kalimantan, Sulawesi dan Sumatera. Selain itu, sumber bahan baku kayu di Indonesia juga sangat besar, mengingat potensi hutan yang sangat luas hingga 120,6 juta hektare dengan terdiri dari hutan produksi mncapai 12,8 juta Hektare.

"Dan, dengan anugerah Tuhan, kita memiliki iklim tropis sehingga berbagai jenis pohon dapat tumbuh cepat. Potensi sumber daya alam yang melimpah ini, seyogyanya dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung perekonomian bangsa serta untuk kesejahteraan masyarakat," ucap dia.

Baca Juga

sumber : antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA