Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Saturday, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 December 2019

Jokowi akan Gaji Pengangguran, Prabowo: Uangnya dari Mana?

Jumat 08 Mar 2019 18:07 WIB

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan, Arif Satrio Nugroho/ Red: Andri Saubani

Ratusan pendukung calon presiden no urut 02, Prabowo Subianto  memadati kampus Universitas Kebangsaan di jalan Halimun, Kota Bandung,  Jumat (8/3).

Ratusan pendukung calon presiden no urut 02, Prabowo Subianto memadati kampus Universitas Kebangsaan di jalan Halimun, Kota Bandung, Jumat (8/3).

Foto: Republika/Fauzi Ridwan
Jokowi berencana memberikan insentif bagi pengangguran lewat Kartu Pra-Kerja.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Calon presiden (capres) no urut 02, Prabowo Subianto memberikan kuliah umum di Universitas Kebangsaan Republik Indonesia di jalan Halimun, Kota Bandung, Jumat (8/3) sore. Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh ratusan pendukung Prabowo serta banyak emak-emak.

Dalam ceramahnya tentang ekonomi Indonesia, Prabowo mempertanyakan program tentang rencana pemberian dana untuk masyarakat yang tidak bekerja. Dirinya mempertanyakan berasal darimana dana yang akan digunakan untuk program tersebut.

"Orang yang nggak bekerja tapi (diberi) bagi-bagi uang saja. Uangnya dari mana?" ujarnya kepada ratusan pendukungnya di Universitas Kebangsaan, Jumat (8/3).

Baca Juga

"Utang," ujar ratusan pendukung menjawab pertanyaan Prabowo.

"Utang? Utang lagi, utang lagi," ujarnya. Ia pun menegaskan jika terpilih sebagai presiden tidak akan menyuruh menteri untuk mencari utang. "Pokoknya, saya jadi presiden tidak ada menteri cetak hutang," katanya.

Dirinya mengaku mengkhawatirkan kondisi ketimpangan di Indonesia yang membahayakan. Menurutnya, ketimpangan akan melahirkan kecemburuan.

"Anak yang tidak bekerja ingin bekerja dan punya penghasilan baik. Dia tidak punya pekerjaan ingin meminang istri yang cantik tapi nggak mungkin. Karena nggak punya kerja. Akhirnya muncul kemarahan," katanya.

Sebelumnya, calon presiden no urut 01, Joko Widodo memperkenalkan program kartu sakti diantaranya Kartu Pra-Kerja. Mereka yang memiliki kartu tersebut namun belum memiliki pekerjaan maka akan diberikan dana atau honor yang ditentukan.

Menurutnya, kartu tersebut akan diberikan kepada lulusan SMA, SMK, Politeknik yang akan masuk industri. Dengan memberikan pelatihan dan training.

Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf menepis anggapan bahwa Kartu Pra-Kerja bakal membuat utang Indonesia membengkak. TKN mengklaim, utang masih belum perlu dikhawatirkan.

"Kata siapa kita tidak punya uang, kita punya uang kok," kata Juru Bicara TKN Ace Hasan Syadzily di kantornya, Kompleks Parlemen RI, Jakarta, Jumat (8/3).

Ace menjelaskan, lima tahun awal pemerintahan Jokowi dititikberatkan pada pembangunan infrastruktur. Maka itu, pada lima tahun berikutnya bila Jokowi terpilih, maka Jokowi akan fokus pada pengembangan sumber daya manusia. Jadi, Kartu Pra-Kerja akan njsa diatur dalam skema anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

"Sejauh ini menurut saya tidak ada masalah dengan utang indonesia," ujar dia.

Selain itu, kata dia, program Kartu Pra-Kerja ini juga bisa dilakukan kerja sama dengan pihak swasta sebagai bentuk kemitraan. Sehingga, kata Ace, tidak perlu ada yabg dikhawatirkan terkait kartu Pra-Kerja ini.

"Dulu orang juga khawatir dengan misalnya dengan prorgam kartu indonesia pintar, uangnya dari mana? Buktinya sekarang bisa berjalan. ya kan. Dulu orang juga khawatir dengan misalnya dengan BPJS, uangnya dari mana? buktinya sekarang bisa," ujar politikus Golkar ini.

Ace pun menegaskan, rogram Kartu Pra-Kerja bukanlah sesuatu yg mustahil dilakukan dalam rangka mengembangkan sumber daya manusia yang siap pakai dan bisa berdaya saing dengan negara lain. Jadi menurut Ace, pihaknya optimistis atas skema yang sudah dibahas secara serius oleh Jokowi.

photo
Jokowi dan Kartu-Kartunya

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA