Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Menristekdikti: Perguruan Tinggi Harus Berinovasi

Kamis 14 Mar 2019 17:14 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Esthi Maharani

Perguruan Tinggi - ilustrasi

Perguruan Tinggi - ilustrasi

Foto: blogspot.com
Pendidikan tinggi terlalu asyik dengan dunianya sendiri dan tidak mengembangkan diri

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir membuka acara Konvensi Nasional Pendidikan (Konaspi) Ke-9 di Universitas Negeri Padang (UNP), Rabu (13/3). Kali ini, Konaspi mengangkat tema Pendidikan pada Era Revolusi Industri 4.0.

Dalam sambutannya, Nasir mengatakan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) memiliki peran yang sangat strategis dalam menyiapkan SDM Indonesia di masa depan. Ia berharap, Konaspi ini dapat menghasilkan rekomendasi solutif dan aplikatif bagi pengembangan tenaga kependidikan.

"Kita menghadapi tantangan yang luar biasa. Ada beberapa hal yang perlu saya sampaikan, di mana pada revolusi industri 4.0 terjadi integrasi digital basic dan human. Ini harus kita antisipasi dalam lingkungan Kemenristekdikti khususnya LPTK," kata Nasir.

Ia menilai selama ini pendidikan tinggi terlalu asyik dengan dunianya sendiri dan tidak mengembangkan diri. Oleh sebab itu, di era ini pendidikan tinggi harus membuka diri dan kemauan untuk berubah menjadi lebih baik mengikuti zaman.

Nasir menerangkan revolusi industri 4.0 juga telah mengubah sistem pembelajaran yang ada. Oleh karena itu, perkembangan teknologi harus diikuti dengan inovasi dalam sistem pembelajaran. Perguruan tinggi Indonesia, terutama LPTK harus bergerak cepat agar tidak tertinggal dari negara lain.

"Kalau tidak melakukan itu kita akan tertinggal dari negara lain dan yang paling dibutuhkan adalah kreativitas," ujar dia.

Ketua Asosiasi LPTK Syawal Gultom, Indonesia harus siap menghadapi era revolusi industri 4.0. Ia mengatakan, pendidikan dalam era revolusi industri 4.0 bukan hanya soal konten, melainkan juga mengubah paradigma berpikir tenaga pendidik.

"Kalau pendidikan kita dulu berpusat pada guru, berpusat pada siswa, tinggalkan dan lupakan itu sebab paradigma terbaru dari learning itu bagaimana mengaktivasi sumber belajar," kata Syawal.

Di era teknologi digital, tenaga pendidik bisa mengembangkan dirinya sendiri menggunakan teknologi dengan mudah. Oleh sebab itu, mereka harus aktif untuk menambah ilmu untuk diri sendiri sehingga bisa menjadi tenaga pendidik yang baik.  

Pada kesempatan yang sama, Rektor UNP Ganefri mengatakan, Konaspi IX yang digelar di UNP ini diikuti sebanyak 2.089 peserta dan yang terbanyak sepanjang sejarah.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA