Thursday, 11 Rabiul Akhir 1442 / 26 November 2020

Thursday, 11 Rabiul Akhir 1442 / 26 November 2020

Jaringan Listrik di Venezuela Pulih

Rabu 13 Mar 2019 10:04 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Ani Nursalikah

Warga menyeberang jalan di tengah kegelapan karena pemadaman listrik besar-besaran di Caracas, Venezuela, Kamis (7/3).

Warga menyeberang jalan di tengah kegelapan karena pemadaman listrik besar-besaran di Caracas, Venezuela, Kamis (7/3).

Foto: AP Photo/Eduardo Verdugo
Menteri komunikasi Venezuela mengatakan pemadaman sudah tidak terjadi.

REPUBLIKA.CO.ID, CARACAS -- Layanan listrik di Venezuela dilaporkan telah kembali dipulihkan pada Selasa (12/3). Menurut Menteri Komunikasi Jorge Rodriguez, pemadaman listrik sudah tidak terjadi di hampir sebagian besar wilayah negara tersebut.

“Pada Selasa (12/3) siang, kami dapat mengatakan rakyat Venezuela mendapat kemenangan melawan serangan pada sistem listrik negara ini,” ujar Rodriguez dilansir Xinhua News, Rabu (13/3).

Rodriguez menambahkan saat ini pasokan air minum sudah kembali tersedia. Sebelumnya, pemadaman listrik juga telah menganggu sistem pengolahan air limbah Venezuela.

“Caracas akan mulai menerima air minum dari stasiun pusat yang diaktifkan sejak pagi hari,” kata Rodriguez.

Menurut pihak berwenang, salah satu sumber daya utama Venezuela, yaitu Pusat Listrik Tenaga Air di Guri menjadi target sabotase. Serangan siber diarahkan ke sana dan membuat negara itu mengalami pemadaman listrik besar-besaran sejak Kamis (7/3) lalu.

Pemadaman listrik besar-besaran yang terjadi hampir satu pekan terakhir di Venezuela menjadi yang terburuk terjadi di negara itu. Venezuela mengalami ambruknya ekonomi di bawah hiperinflasi serta krisis politik.

Presiden Nicolas Maduro kemudian menyalahkan Amerika Serikat (AS) karena telah mengobarkan perang energi. Meski demikian, Washington membantah memiliki peran dalam insiden tersebut.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA