Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Ethiopian Airlines Jatuh, Saham Boeing Anjlok

Selasa 12 Mar 2019 08:07 WIB

Rep: Melisa Riska Putri/ Red: Friska Yolanda

SAHAM BOEING. Pialang melakukan aktivitas di New York Stock Exchange, Senin (11/3). Saham Boeing Co anjlok menyusul jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines yang menggunakan tipe 737 MAX 8.

SAHAM BOEING. Pialang melakukan aktivitas di New York Stock Exchange, Senin (11/3). Saham Boeing Co anjlok menyusul jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines yang menggunakan tipe 737 MAX 8.

Foto: AP Photo/Richard Drew
Sebelumnya, Saham Boeing juga anjlok 12 persen saat Lion Air jatuh di Karawang.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Saham Boeing Co anjlok lebih dari lima persen pada Senin, (11/3). Hal ini terjadi setelah Cina, Indonesia dan Ethiopia memerintahkan maskapai untuk menghentikan penjualan pesawat jet terlaris itu pascakecelakaan pesawat di Ethiopia, Ahad (10/3) waktu setempat.

Baca Juga

Anjloknya saham Boeing mengurangi 12,7 miliar dolar AS dari nilai pasar salah satu pasar saham kuat 10 tahun, kerugian satu hari jauh lebih terbatas oleh bel penutupan dari sesi sebelumnya karena beberapa investor bertaruh risiko jangka panjang terbatas.

"Meskipun ada tragedi besar, kami pikir perusahaan akan meningkatkan apa yang kami yakini sebagian besar merupakan masalah perangkat lunak dan pelatihan," ujar Kepala Strategi Investasi di Tengler Wealth Management, Nancy Tengler.

photo
SAHAM BOEING. Pialang melakukan aktivitas di New York Stock Exchange, Senin (11/3). Saham Boeing Co anjlok menyusul jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines yang menggunakan tipe 737 MAX 8.

Volatilitas terjadi setelah kecelakaan Boeing 737 MAX 8 pada Ahad (10/3) di Nairobi yang dioperasikan oleh Ethiopian Airlines. Kecelakaan pesawat tersebut adalah yang kedua kali dalam kurun waktu lima bulan setelah sebelumnya terjadi di Indonesia.

Pesawat jatuh hanya beberapa menit setelah lepas landas dari ibu kota negara itu, Addis Ababa. Semua 157 orang penumpang tewas. Model pesawat yang sama diterbangkan oleh Lion Air yang jatuh di lepas pantai Indonesia pada Oktober, menewaskan semua 189 orang di dalamnya.

Tipe pesawat ini merupakan pesawat komersial paling laris di dunia. Ini menjadi pusat masa depan Boeing. MAX adalah pesawat jet dengan penjualan tercepat dalam sejarah perusahaan dengan lebih dari 5.000 pesanan bernilai hampir 500 miliar dolar AS.

Penurunan sebesar 5,3 persen dalam harga saham menghapus hampir 13 miliar dolar AS dari nilai pasar Boaing. Hal tersebut sekaligus menjadi pembalikan tiba-tiba untuk saham yang telah berkinerja terbaik sepanjang tahun di Dow Jones Industrial Average.

photo
PESAWAT JATUH. Salah seorang kerabat menghadiri upacara peringatan yang diadakan asosiasi pilot maskapai Ethiopian Airlines di Addis Ababa, Senin (11/3).

Tidak jelas apakah kecelakaan itu akan menimbulkan risiko jangka panjang pada saham yang telah menghasilkan total return terkaya di antara 30 saham di Dow selama 10 tahun ini. Sejak saham AS mulai pulih dari krisis keuangan 2007-2009 pada Maret 2009, saham Boeing telah memberikan total pengembalian termasuk dividen diinvestasikan kembali hampir 1.600 persen. Angka tersebut setara dengan empat kali kinerja indeks penuh.

Sebelumnya, saham Boeing sempat turun 12 persen dalam pekan setelah Lion Air jatuh tahun lalu.

Boeing mengatakan, investigasi kecelakaan Ethiopian Airlines sedang dilakukan dan tidak perlu mengeluarkan pedoman operator baru untuk pesawat 737 MAX 8. Dalam sebuah surat elektronik, Kepala Eksekutif Boeing mengatakan kepada karyawannya keyakinan keselamatan 737 MAX yang dimiliki oleh pabrikan AS pasca dua kecelakaan mematikan sejak Oktober.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA