Sunday, 29 Jumadil Akhir 1441 / 23 February 2020

Sunday, 29 Jumadil Akhir 1441 / 23 February 2020

Survei: Tujuh Parpol Kemungkinan Gagal Lewati Ambang Batas

Senin 11 Mar 2019 17:36 WIB

Red: Ratna Puspita

Pengamat politik, Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago.

Pengamat politik, Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago.

Foto: Dok Pribadi
Belum ada satu pun partai baru yang berhasil melampaui ambang batas parlemen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Survei Voxpol Center Research and Consulting menunjukkan ada tujuh partai politik yang kemungkinan gagal melewati ambang batas. Partai tersebut, yaitu tiga partai lama dan empat partai baru.

Direktur Eksekutif Voxpol Pangi Syarwi Chaniago menjelaskan tujuh partai tersebut, yakni Partai Perindo, Partai Hanura, PBB, Partai Berkarya, PSI, PKPI, dan Partai Garuda. Elektabilitas Perindo hanya 3,5 persen, Partai Hanura memperoleh elektabilitas sebesar 1,1 persen, PBB sebesar 0,8 persen, Partai Berkarya sebesar 0,7 persen, PSI sebesar 0,5 persen, PKPI sebesar 0,4 persen dan Partai Garuda  dengan perolehan tingkat elektabilitas sebesar 0,3 persen.

"Sementara dalam survei elektabilitas partai tersebut, yang belum memutuskan pilihan partai atau undecided voters masih di angka 7,3 persen," ujarnya dalam keterangannya di Jakarta, Senin (11/3).

Pangi menjelaskan data survei tersebut menunjukkan bahwa belum ada satu pun partai baru yang berhasil melampaui ambang batas parlemen. Artinya, parlemen masih akan dikuasai partai wajah lama. 

Namun, menurut dia, dari beberapa partai baru yang ikut meramaikan kontestasi elektoral Pilpres 2019, Perindo adalah salah satu partai baru yang paling potensial menembus ambang batas parlemen dengan tingkat probabilitas masih cukup tinggi. "Namun efektivitas mesin partai Perindo harus terus tumbuh secara merata, tetap masih punya kans sedikit lagi bisa berpeluang melewati jebakan ambang batas parlemen karena sudah mulai mendekati angka range margin of error," katanya.

Menurut dia, peluang Perindo bisa melewati angka ambang batas parlemen masih terbuka lebar. Sebab soal kesetiaan perilaku pemilih cair dan rendahnya Partai ID di Indonesia membuat angka massa mengambang atau swing voters masih cukup tinggi.

Ia menunjukkan hanya sembilan partai politik yang potensial lolos ambang batas parlemen atau parliamentry threshold sebesar 4 persen. "Voxpol Center Research and Consulting menyelenggarakan Survei Nasional (Surnas) terkait tingkat elektabilitas partai, dari 16 partai politik yang disurvei, hanya 9 (sembilan) partai politik yang berpotensi lolos dan sukses melampaui ambang batas parlemen 4 persen," kata dia.

Dia menjelaskan PDI Perjuangan merupakan partai yang memperoleh elektabilitas tertinggi yaitu 26,5 persen, Partai Gerindra di posisi kedua dengan tingkat elektabilitas sebesar 14,2 persen, lalu Partai Golkar dengan elektabilitas sebesar 10,6 persen.

Menurut dia, posisi empat besar yaitu PKB sebesar 8,4 persen, Partai Demokrat di peringkat kelima dengan tingkat elektabilitas 6,7 persen, Partai Nasdem dengan tingkat elektabilitas sebesar 5,5 persen.

"Di posisi ketujuh adalah PKS dengan elektabilitas sebesar 4,9 persen,  PAN dengan elektabilitas sebesar 4,5 persen, dan PPP partai yang terakhir kemungkinan lolos PT 4 persen yang berada pada posisi ke sembilan dengan tingkat elektabilitas sebesar 4,1 persen," ujarnya.

Voxpol Center mengadakan survei pada tanggal 24 Februari 2019- 6 Maret 2019 yang dilakukan melalui pemilihan responden secara acak atau multistage random sampling. Tingkat kesalahan atau margin of error kurang lebih 2,98 persen dengan melibatkan 1.220 responden di seluruh provinsi di Indonesia yang berusia 17 tahun ke atas dengan selang kepercayaan survei ini adalah 95 persen. 

Setiap responden terpilih diwawancarai  dengan metode wawancara tatap muka oleh pewawancara yang terlatih secara khusus.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA