Jumat, 29 Jumadil Awwal 1441 / 24 Januari 2020

Jumat, 29 Jumadil Awwal 1441 / 24 Januari 2020

PT KAI Berlakukan Tarif Khusus untuk Dua KA di Cirebon

Ahad 10 Mar 2019 23:44 WIB

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Petugas PT KAI melayani penumpang Kereta Api Arjawinangung Jakarta - Cirebon dalam program kesiapan PT KAI Mudik Lebaran 2018 di Stasiun Gambir, Jakarta, Jumat (18/5). PT KAI menyatakan telah siap 100 persen menghadapi arus mudik 2018.

Petugas PT KAI melayani penumpang Kereta Api Arjawinangung Jakarta - Cirebon dalam program kesiapan PT KAI Mudik Lebaran 2018 di Stasiun Gambir, Jakarta, Jumat (18/5). PT KAI menyatakan telah siap 100 persen menghadapi arus mudik 2018.

Foto: Reno Esnir/Antara
Tarif khusus itu memungkinkan masyarakat membayar tiket dengan tarif rendah

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON -- PT KAI memberlakukan tarif khusus untuk sejumlah kereta api (KA) dengan relasi tertentu. Untuk wilayah Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon, ada dua KA yang mengalami pemberlakuan tarif khusus tersebut.

Tarif khusus itu memungkinkan masyarakat untuk membayar tiket dengan tarif lebih rendah hingga 80 persen dari tarif sebelumnya. Ketentuan itu berlaku mulai 11 Maret 2019.

"Untuk wilayah Daop 3 Cirebon, pemberlakuan tarif khusus itu untuk KA Mataram dan KA Argo Dwipangga," ujar Manajer Humas Daop 3 Cirebon, Kuswardojo, Ahad (10/3).

Kuswardojo menyebutkan, untuk KA Mataram relasi Pasar Senen – Cirebon Prujakan, tarifnya semula Rp 265 ribu untuk kelas eksekutif. Namun dengan tarif khusus itu, turun menjadi Rp 165 ribu. Sedangkan kelas bisnisnya, turun dari Rp 215 ribu menjadi Rp 135 ribu.

Sedangkan KA Argo Dwipangga relasi Cirebon – Purwokerto, tarifnya semula Rp 340 ribu. Setelah ada perubahan, tarifnya menjadi Rp 65 ribu.

Tiket dengan tarif khusus ini bisa dibeli oleh penumpang mulai dua jam sebelum jadwal keberangkatan KA. Tak hanya melalui Loket Go Show di stasiun, tiket tarif khusus itu juga bisa dibeli  melalui aplikasi KAI Access.

"Semoga dengan promo ini, bisa meningkatkan minat masyarakat untuk menggunakan KA," ujar Kuswardojo. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA