Sabtu, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 Desember 2019

Sabtu, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 Desember 2019

1.500 Pohon Khas Kalimantan Ditanam di Kalsel

Jumat 08 Mar 2019 21:31 WIB

Red: Nur Aini

Tujuh peserta 'Jurnalism Field Trip' Taman Nasional Kutai mencoba mengukur pohon ulin tersesar di dunia dengan cara melingkar sambil berpegangan tangan di Kawasan Taman Nasional Kutai, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, Senin (18/3).

Tujuh peserta 'Jurnalism Field Trip' Taman Nasional Kutai mencoba mengukur pohon ulin tersesar di dunia dengan cara melingkar sambil berpegangan tangan di Kawasan Taman Nasional Kutai, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, Senin (18/3).

Foto: Antara/Amirullah
Pohon khas Kalimantan dinilai memiliki nilai ekonomis tinggi.

REPUBLIKA.CO.ID, BANJARBARU -- Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan kembali mengajak masyarakat dan para rimbawan menanam sebanyak 1.500 pohon khas Kalimantan di areal sekitar Kantor Pemprov Kalsel.

Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan Hanif Faisol Nurofiq menargetkan, pada 2020 seluruh kawasan di sekitar wilayah Kantor Pemprov Kalsel, seluas 94 hektare sudah ditanami dengan berbagai pohon khas hutan Kalimantan.

"Beberapa jenis pohon yang kita tanam antara lain pohon Ulin, Meranti, Trembesi dan beberapa jenis pohon lainnya, yang memiliki nilai ekonomis tinggi," katanya, Jumat (8/3).

Melalui penanaman tersebut, kata dia, pihaknya ingin mengajak seluruh masyarakat di Kalsel, untuk mencintai pohon dan menggelorakan semangat rimbawan kepada seluruh warga. Menurut dia, seluruh masyarakat yang menanaman, memelihara dan mencintai pohon, adalah seorang rimbahwan, dan semangat tersebut akan terus digelorakan.

Hanif juga memastikan, bahwa saat ini pihaknya sangat serius dalam menanam pohon dan memperbaiki kondisi lingkungan di Kalsel yang sebagian telah rusak.

Pada penanaman tersebut juga dihadiri oleh Gubernur Kalsel Sahbirin Noor yang mengajak kepada seluruh peserta, untuk terus menanam, menanam dan menanam. Menurut Gubernur, seluruh warga selalu mendambakan hidup di lingkungan yang nyaman dan sejuk.

"Bila tidak ada pohon, tidak ada rimbawan, sehingga semangat para rimbawan untuk terus menjaga dan merawat pohon, juga harus tertanam di seluruh sanubari masyarakat Kalsel," katanya.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA