Sunday, 4 Jumadil Akhir 1442 / 17 January 2021

Sunday, 4 Jumadil Akhir 1442 / 17 January 2021

Neymar Berang PSG Dihukum Penalti Saat Lawan MU

Kamis 07 Mar 2019 12:02 WIB

Red: Israr Itah

Neymar Jr

Neymar Jr

Foto: AP Photo/Michel Euler
Akibat penalti pada injury time tersebut, PSG kalah 1-3 dan tersingkir.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Neymar mengecam penalti yang diterima Paris Saint-Germain saat menghadapi Manchester United (MU) pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions di Parc des Princes, Paris, Kamis (7/3) dini hari WIB. Akibat penalti pada injury time tersebut, PSG kalah 1-3 dan tersingkir.

Neymar menyebut wasit Damir Skomina yang menggunakan sistem video asisten wasit (VAR) sesuatu yang memalukan. Penalti diberikan karena bola tendangan Diogo Dalot mengenai tangan Presnel Kimpembe. Setelah Skomina berkonsultasi dengan VAR, ia memberikan MU hadiah penalti.

"Ini memalukan !! Dan mereka menempatkan empat orang di sana yang tidak mengerti sepak bola untuk melihat tayangan ulang gerakan lambat ... Itu tidak mungkin !!!" tulisnya dalam Bahasa Portugis di Instagram.

Baca Juga

Ia heran, bagaimana Kimpembe yang membelakangi bola dengan tangan yang tidak aktif bisa terkena hukuman tersebut. Neymar pun melontarkan sumpah serapah yang biasa digunakan di Brasil.

Neymar melewatkan dua pertandingan babak 16 besar akibat cedera metatarsal. Kapten Brasil bergabung dengan klub Prancis dari Barcelona pada Agustus 2017 dengan rekor dunia. Selain tujuan komersial, ia didatangkan untuk memenuhi ambisi merebut trofi Liga Champions.

Namun, kekalahan terbaru ini menandai yang ketiga kalinya dalam tiga tahun mereka gagal mencapai babak delapan besar Liga Champions. Padahal kekalahan dari MU tersebut cuma yang ketiga kali dalam 51 pertandingan Eropa di Parc des Princes. Prestasi terbaik PSG sejak investor Qatar masuk pada 2012 adalah mencapai perempat final di bawah pelatih Laurent Blanc.

sumber : REUTERS
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA