Sabtu, 30 Jumadil Awwal 1441 / 25 Januari 2020

Sabtu, 30 Jumadil Awwal 1441 / 25 Januari 2020

Pertamina Pastikan Pasokan BBM Saat Nyepi

Rabu 06 Mar 2019 18:24 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Friska Yolanda

Pecalang atau petugas pengamanan adat Bali memantau situasi saat Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1940 di wilayah Desa Adat Tuban, Badung, Bali, Sabtu (17/3).

Pecalang atau petugas pengamanan adat Bali memantau situasi saat Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1940 di wilayah Desa Adat Tuban, Badung, Bali, Sabtu (17/3).

Foto: ANTARA FOTO
SPBU akan tetap beroperasi sampai Rabu pukul 22.00 WITA.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hari Raya Nyepi yang akan jatuh pada Kamis 7 Maret 2019 memastikan Pertamina untuk mengoptimalisasikan penyaluran BBM dan Elpiji di Wilayah Bali. Kondisi penyaluran BBM di Wilayah Bali pada selasa (5/3) terpantau lancar dengan realisasi seluruh produk BBM dan BBK mencapai angka 2785 KL, dimana angka ini mengalami peningkatan sebesar tujuh persen dari rata-rata konsumsi harian normal yang berada pada kisaran 2600 KL.

Untuk mendukung kelancaran transportasi dan aktivitas masyarakat, Pertamina juga telah menginstruksikan khusus kepada seluruh SPBU di Wilayah Bali untuk senantiasa memaksimalkan ketahanan stok BBM di masing-masing lokasi. Khususnya di jalur dengan potensi keramaian kendaraan, seperti pada jalur Denpasar-Singaraja, Denpasar- Gilimanuk, dan Denpasar-Karangasem, karena mayoritas masyarakat Bali akan pulang ke kampung halaman masing-masing.

SPBU akan tetap beroperasi sampai dengan Rabu, tanggal 6 Maret 2019 pukul 22.00 WITA, dan akan buka kembali pada Jum'at tgl 8 Maret 2019 pkl 07.00 Selain stok, kami juga mengingatkan SPBU untuk tetap menjaga pelayanan dan aspek HSSE (Health, Safety, Security, Environment). Pertamina juga senantiasa mengutamakan pelayanan excellent kepada masyarakat, dengan tetap mengutamakan aspek Health, Safety, Security dan Environment (HSSE) pada operasional seluruh SPBU.

Sementara itu penyaluran elpiji baik elpiji bersubsidi maupun nonsubsidi berjalan normal, dengan realisasi konsumsi harian elpiji bersubsidi sebesar 691 Metric Ton (MT) per hari, sedangkan konsumsi harian elpiji nonsubsidi mencapai 56 MT per hari. Pertamina memprediksi konsumsi elpiji menjelang Hari Raya Nyepi akan mengalami sedikit peningkatan sebanyak empat persen sampai lima persen, yaitu menjadi 720 MT untuk elpiji subsidi, dan 59 MT untuk elpiji nonsubsidi.

Guna menghadapi Hari Raya Nyepi di Wilayah Bali, Pertamina telah menerapkan strategi distribusi elpiji. Strategi itu antara lain pelaksanaan piket agen dan pangkalan Elpiji yang berjalan pada masa sebelum hingga setelah Hari Raya Nyepi, penambahan tabung elpiji nonsubsidi khususnya ukuran 12 kilogram dan 50 kilogram di hotel dan restoran-restoran sebagai antisipasi terjadinya peningkatan konsumsi. Strategi terakhir adalah pengoperasian mobil pengangkut elpiji (Skid Tank) yang dimulai lebih dini pada H-1 menjelang Hari Raya Nyepi.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA