Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

Friday, 10 Sya'ban 1441 / 03 April 2020

Isu Pelajaran Agama Dihapus, Moeldoko: Kampanye tak Beradab

Rabu 06 Mar 2019 14:30 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Bayu Hermawan

Moeldoko

Moeldoko

Foto: Republika/Bayu Adji P
Moeldoko menegaskan black campaign soal pelajaran agama akan dihapus tak beradab.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Moeldoko menilai, kabar bohong atau hoaks terkait rencana penghapusan pelajaran agama jika tak memilih Prabowo merupakan kampanye hitam yang sangat menyesatkan. Ia menilai hal itu adalah kampanye tak beradab.

"Saya pikir begini ya, ini cara-cara yang tidak baik ya, cara-cara campaign (kampanye) yang menyesatkan bukan saja black campaign (kampanye hitam), tapi menyesatkan. Itu sungguh tidak beradab, tidak baik," ujar Moeldoko di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Rabu (6/3).

Moeldoko mengatakan, cawapres paslon nomor urut 01 Ma'ruf Amin juga berasal dari lembaga MUI. Sehingga isu-isu penghapusan agama itu tak masuk akal. "Jadi sepertinya banyak yang kehilangan logika, tetapi satu saya mengecamlah cara-cara seperti itu," tegasnya.

Moeldoko pun mengajak masyarakat untuk berperan aktif melawan kampanye fitnah dengan melaporkan kepada kepolisian. Sehingga ada sanksi yang diberikan kepada para pelaku dan membuat mereka jera. Moeldoko juga menilai kampanye hitam dan fitnah yang selama ini dilakukan sangat mencederai demokrasi yang telah dibangun.

Dalam sebuah video yang beredar di masyarakat, terdapat seorang ibu yang tengah bertamu ke rumah penduduk. Ia mengajak pemilik rumah untuk memilih pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.  Bahkan mereka juga menyebarkan kabar hoaks dengan mengatakan bahwa pemerintahan Jokowi akan menghapuskan pelajaran agama di sekolah-sekolah.

"Kalau kita pilih Prabowo itu, kita pikirkan nasih agama kita, anak-anak kita walaupun kita tidak menikmati. Tapi besok lima tahun atau 10 tahun akan datang ini, apakah kita mau kalau pelajaran agama dihapuskan oleh Jokowi bersama menteri-menterinya," kata ibu tersebut dalam rekaman video.

Selain itu, ia juga menyampaikan rencana pemerintah yang akan mengubah pondok pesantren menjadi sekolah umum dengan berbagai macam cara.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA