Saturday, 19 Rabiul Awwal 1441 / 16 November 2019

Saturday, 19 Rabiul Awwal 1441 / 16 November 2019

NYIA Buka Kesempatan Ekspor Komoditas Pertanian DIY

Rabu 06 Mar 2019 12:23 WIB

Rep: Silvy Dian Setiawan / Red: Friska Yolanda

Alat berat menyelesaikan pembangunan konstruksi Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulon Progo, DI Yogyakarta, Jumat (14/12/2018).

Alat berat menyelesaikan pembangunan konstruksi Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulon Progo, DI Yogyakarta, Jumat (14/12/2018).

Foto: Antara/Andreas Fitri Atmoko
NYIA akan beroperasi pada April 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- New Yogyakarta Internatinal Airport (NYIA) dinilai membuka lebar ekspor ke luar negeri. NYIA sendiri mulai dioperasionalkan untuk penerbangan international pada April 2019 nanti. 

Baca Juga

Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemda DIY, Mudhi Rahardjo mengatakan, NYIA akan membuka lebar perdagangan internasional, khususnya komoditas pertanian. Bahkan, tidak hanya DIY, tetapi juga daerah lainnya di Indonesia. 

"Dengan NYIA, lalu lintas antar negara menjadi sangat mudah dan jangkauannya yang luas akan membuka lebar kesempatan komoditas pertanian kita ke luar negeri," kata Mudhi saat pelepasan ekspor komoditas pertanian vanili DIY dan Jawa Tengah di Balai Karantina Pertanian Kelas II Yogyakarta, Selasa (5/3). 

Kapasitas bandara yang juga luas dapat menampung nilai ekspor yang tinggi. "Hal yang sudah dipersiapakn di DIY termasuk semangat meningkatkan ekspor ini," lanjutnya. 

Ia mencontohkan, DIY telah mengekspor gula semut ke berbagai negara di Asia Tenggara dan Belanda. Dengan adanya penerbangan langsung internasional di NYIA nanti, jangkauan ekspor pun diharapkan lebih banyak ke negara lainnya. 

"Besok harus dihebohkan (diekspor ke negara lainnya). Nanti kalau ada bandara, mari kita manfaatkan. NYIA ini nanti potensinya sangat luar biasa sekali," ujarnya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian DIY, Sasongko juga berharap NYIA ini dapat memudahkan ekspor. Terlebih DIY memiliki banyak komoditas unggulan yang nilai jualnya tinggi untuk dipasarkan secara internasional. 

"Jadi kita tidak lagi transit-transit. Dari Yogyakarta bisa langsung ke negara tujuan. Apalagi buah-buahan itu butuh kecepatan," katanya. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA