Sunday, 8 Syawwal 1441 / 31 May 2020

Sunday, 8 Syawwal 1441 / 31 May 2020

KPU Papua Barat Prioritaskan Daerah Sulit

Senin 04 Mar 2019 20:27 WIB

Red: Ratna Puspita

[Ilustrasi] Sosialisasi Pemilihan Umum (Pemilu) oleh KPUD Kota Sorong di Papua Barat.

[Ilustrasi] Sosialisasi Pemilihan Umum (Pemilu) oleh KPUD Kota Sorong di Papua Barat.

Foto: Antara/Olha Mulalinda
Daerah rawan di Papua Barat seperti pulau-pulau terluar di Kabupaten Raja Ampat.

REPUBLIKA.CO.ID, MANOKWARI -- Komisi Pemilihan Umum memprioritaskan daerah-daerah tersulit di wilayah Provinsi Papua Barat untuk mendistribusikan logistik Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Dari 13 kabupaten kota di daerah ini, terdapat sejumlah wilayah sulit. 

Ketua KPU Provinsi Papua Barat Amus Atkana mengutarakan, distribusi logistik menuju daerah tersebut membutuhkan alat transportasi khusus serta cuaca yang bersahabat. "Seperti pulau-pulau terluar di Kabupaten Raja Ampat, hampir seluruhnya merupakan wilayah perairan. Kondisi cuaca menjadi faktor penentu," kata Amus di Manokwari, Senin (4/3).

Daerah lain yang juga menjadi perhatian KPU, yakni Distrik Yamor di Kabupaten Kaimana serta sejumlah daerah pedalaman di Kabupaten Teluk Bintuni, Tambrauw dan Pegunungan Arfak. KPU harus bekerja lebih ekstra agar distribusi logistik ke daerah tersebut berjalan lancar.

"Distrik Yamor ini berada di perbatasan Nabire Provinsi Papua. Untuk masuk ke sana melalui darat kita harus putar dulu ke Nabire. Daerah lain yang harus menjadi perhatian adalah Distrik Moskona di Kabupaten Teluk Bintuni," katanya.

Memperlancar arus distribusi menuju wilayah pedalaman ini, KPU harus menyewa helikopter serta moda transportasi khusus lainya agar logistik tiba tepat waktu serta tidak mengalami kerusakan. Amus pun mengimbau seluruh KPU kabupaten/kota memprioritaskan daerah tersulit tersebut. Distribusi harus dilakukan lebih awal agar tidak memicu persoalan.

Ia juga berharap KPU berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta pemangku kepentingan lainnya. "Tidak ada pilihan, logistik harus tiba dengan selamat dan tepat waktu. Kalau terlambat sudah pasti akan terjadi masalah," ujarnya lagi.

Amus menambahkan, KPU di seluruh kabupaten/kota sudah menerima surat suara. Ia berharap, penyortiran dilakukan secara teliti agar tidak ada surat suara rusak yang terkirim ke TPS.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA