Tuesday, 26 Jumadil Awwal 1441 / 21 January 2020

Tuesday, 26 Jumadil Awwal 1441 / 21 January 2020

BI Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tembus 6 Persen

Senin 04 Mar 2019 13:19 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Gita Amanda

Pertumbuhan ekonomi.

Pertumbuhan ekonomi.

Foto: Republika
BI optimistis pertumbuhan ekonomi dalam lima tahun ke depan mengalami perbaikan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Indonesia (BI) menyatakan sikap optimistis pertumbuhan ekonomi dalam lima tahun ke depan mengalami perbaikan. Bahkan, dalam rentang waktu tersebut perekonomian Indonesia bisa menembus sekitar enam persen.

Baca Juga

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan saat ini kondisi ekonomi global sedang tidak ramah untuk seluruh negara termasuk Indonesia. Pada tahun ini, BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi berada di level 5,17 persen.

“Optimis, optimis, optimis, Indonesia ekonominya akan lebih baik lagi khususnya dalam lima tahun ke depan. Ada kontinyuitas ke arah enam persen,” ujarnya saat acara ‘RSM Forum Morning Briefing’ di Hotel Dharmawangsa, Senin (4/3).

Perry menyebut pihaknya memiliki tiga strategi untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih baik, yakni berkoordinasi intensif dengan pemerintah dan kementerian atau lembaga terkait lainnya, kebijakan fiskal dan kebijakan moneter. “Kami akan terus mengawal ekonomi mengawal stabilitas mendorong pertumbuhan. Kami juga akan membangun sinergi dengan pemerintah, dunia usaha dan perbankan,” ungkapnya.

Ke depan, pihaknya akan terus mengawal ekonomi Indonesia melalui ‘lima jamu’ yang dimiliki Bank Indonesia, yakni kebijakan moneter, kebijakan makroprudensial, sistem pembayaran, pengendalian pasar keuangan dan keuangan syariah. “Kalau hidup kita dihadapkan dengan ketidakpastian, so kita harus mampu meramu jamu, agar tubuh tetap kuat. Satu jamu untuk stabilitas empat jamu terakhir kita agar tetap tumbuh,” ucapnya.

Sebagai regulator, Perry menambahkan selama ini juga telah menjaga sinergi dengan lintas kementerian dan lembaga seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan stakeholder terkait. “Saya bertemu dengan pengusaha, perbankan yaitu what we can do together untuk bangun ekonomi kita ini,” ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA