Monday, 24 Muharram 1441 / 23 September 2019

Monday, 24 Muharram 1441 / 23 September 2019

Jokowi: Pendidikan Karakter Perlu Ditumbuhkan Sejak Dini

Senin 04 Mar 2019 12:27 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Esthi Maharani

Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Sekretaris Kabinet Pramono Anung (ketiga kanan) dan Kepala Staf Presiden Moeldoko (kedua kanan) menerima siswa kelas 11 SMA Taruna Nusantara di Istana Negara, Jakarta, Senin (9/4).

Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Sekretaris Kabinet Pramono Anung (ketiga kanan) dan Kepala Staf Presiden Moeldoko (kedua kanan) menerima siswa kelas 11 SMA Taruna Nusantara di Istana Negara, Jakarta, Senin (9/4).

Foto: Antara/Wahyu Putro A
Pendidikan karakter ini diperlukan sehingga generasi muda memiliki karakter yang kuat

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai perlunya menumbuhkan pendidikan karakter dan sopan santun kepada anak-anak sejak usia dini. Pendidikan karakter ini diperlukan sehingga generasi muda memiliki karakter yang kuat. Hal ini disampaikannya saat memberikan pengarahan kepada siswa SMA Taruna Nusantara tahun 2019 di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (4/3).

"Tetapi memang pendidikan karakter, budi pekerti, sopan santun, tata krama ke orang tua, ke senior, harus terus ditumbuhkan ke anak sejak usia dini," kata Jokowi.

Dengan penguatan pendidikan karakter ini, kata dia, masyarakat nantinya tak akan khawatir terhadap masuknya budaya asing ke Tanah Air. Ia mencontohkan seperti budaya K-pop yang berasal dari Korea Selatan.

Menurutnya, generasi muda bisa menikmati budaya dari negeri gingseng tersebut. Namun, ia mengingatkan Indonesia juga memiliki budaya musik yang tak kalah menarik seperti keroncong dan juga dangdut.

"Kalau kita sadar dengan budaya kita sendiri, karakter ke-Indonesiaan yang kita miliki, ya gak perlu khawatir masuknya budaya luar ke negara kita. Kita boleh saja lihat K-Pop. Tapi kita kan juga punya musik yang lebih bagus, keroncong, dangdut, lagu daerah yang kita miliki. Ya kalau mau nonton silakan untuk pembanding. Gak ada masalah," ujarnya.

Jokowi yakin, Indonesia memiliki ideologi yang kuat sehingga sulit dipengaruhi oleh budaya asing. Karena itu, ia pun meminta agar masyarakat tak perlu khawatir terhadap masuknya berbagai budaya asing.

"Karena kekuatan ideologi kita sangat memengaruhi sehingga sulit ditembus budaya luar," kata Presiden.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA