Friday, 22 Zulhijjah 1440 / 23 August 2019

Friday, 22 Zulhijjah 1440 / 23 August 2019

Gojek Pede Bisa Jadi SuperApp

Sabtu 02 Mar 2019 16:52 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Dwi Murdaningsih

Salah satu layanan transportasi berbasis aplikasi daring, Gojek, melaju di jalanan ibu kota.

Salah satu layanan transportasi berbasis aplikasi daring, Gojek, melaju di jalanan ibu kota.

Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Nadiem yakin Gojek mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Platform ojek daring Gojek percaya diri bisa berkembang menjadi SuperApp. Saat ini, Gojek hadir di lima negara Asia Tenggara dengan beragam layanan di dalamnya.

Baca Juga

Selain transportasi dan jasa pesan-antar makanan serta barang, kini layanan Gojek juga menyasar pada fitur pembayaran hingga fitur-fitur yang berkenaan langsung dengan keseharian masyarakat.

CEO Gojek Group, Nadiem Makarim mengatakan lengkapnya fitur layanan, Gojek disebut sebagai SuperApp atau super aplikasi. Mengingat dalam aplikasi ini semua layanan dan fitur Gojek dapat diakses menggunakan satu Personal Identification Number (PIN).

"Kenapa itu penting? Pada akhirnya masyarakat ingin hal yang simpel dan efisien. Super App itu tersedia semua dalam satu aplikasi, sehingga cost turun dan efisiensi naik. Kemudahan yang didapatkan, jadi konsumen tidak usah mikir," ujarnya di Jakarta, Sabtu (2/3).

Nadiem menjelaskan fitur-fitur dari layanan Gojek mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Bahkan, Nadiem sendiri menyebut masyarakat sudah memiliki ketergantungan pada aplikasi Gojek.

"Aplikasi Gojek sudah sudah semacam jadi asisten. Super App Gojek ini adalah suatu inovasi yang benar-benar unik di Indonesia, bahkan di dunia tidak ada Super App seperti Gojek. Banyak yang bilang Gojek seperti WeChat, padahal beda," ucapnya.

Ke depan, Nadiem optimistis aplikasi Gojek dapat terus berkembang dan berekspansi ke beberapa negara. Apalagi seluruh fitur Gojek dapat diunduh di Playstore.

"Gojek beda, karena semua layanannya dari Gojek. Kami bukan social platform, kami adalah transcational platform. Ini mungkin salah satu hal yang Indonesia jadi nomor satu di dunia kalau kami terus sukses di Asia Tenggara," ungkapnya.

Per Desember 2018, aplikasi Gojek dan ekosistem Gojek juga telah diunduh oleh lebih dari 130 juta pengguna, dengan lebih dari 2 juta mitra pengemudi terdaftar, hampir 400 ribu mitra merchants usaha dan lebih dari 60 ribu penyedia layanan di Asia Tenggara, dengan volume transaksi tahunan sebesar 2 miliar per akhir 2018.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA